Kemenag Kapuas Hulu Ajak Masyarakat Perangi Radikal

"Jadi pemahaman agama saat ini, masih dalam kolidor. Tapi kita tetap melakukan pemantau, melaui penyuluh agama yang ada di kecamatan," ucapnya.

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK/SAHIRUL HAKIM
Kemenag Kapuas Hulu H M Kusyairi Husman. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kepala Kementerian Agama (Kemenang) Kabupaten Kapuas Hulu, H M Kusyairi Husman menyatakan, dalam memerangi pemahaman radikal, pihaknya sudah mengumpulkan seluruh penyuluh agama, supaya selalu mengajak masyarakat sama-sama memerangi radikalisme yang mungkin masuk di Kapuas Hulu.

"Kita ketahui bahwa, kondisi saat ini aliran tersebut sangat mengkawatirkan keamanan negara. Dimana baru-baru ini ada ledakan bom bunuh diri di Kampung Melayu Jakarta, yang memakan korban jiwa dan luka-luka," ujarnya kepada wartawan, di Kantor Kemenang Kapuas Hulu, Senin (29/5/2017).

Bagaimana penyebaran pemahaman radikalisme di Kapuas Hulu, dengan tegas Kusyairi menjawab sampai saat ini belum ada aliran tersebut masuk ke Bumi Uncak Kapuas.

"Jadi pemahaman agama saat ini, masih dalam kolidor. Tapi kita tetap melakukan pemantau, melaui penyuluh agama yang ada di kecamatan," ucapnya.

Baca: Miris Melihatnya, Seorang Bocah 17 Bulan Menyusu Pada Jasad Ibunya yang Telah Meninggal

Namun dalam hal tersebut, Kusyairi tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berwaspada, terhadap pemahaman radikal.

"Tokoh agama dan masyarakat harus berkoordinasi dengan keamanan, ditempat masing-masing, dalam arti jangn main hakim sendiri," katanya.

Maka selama bulan suci ramadan, Kemenang mengajak seluruh masyarakat Kapuas Hulu untuk menyiapkan hati, akal fikiran, dan harta benda.

"Siapkan hati, maksudnya adalah dalam menerima ramadan jangan terpaksa, jadi menjalan ibadah harus tulus," ucapnya.

Setelah itu siapkan akal fikiran, artinya harus dipergunaan untuk memperdalam ilmu fiqih untuk menyambut ramadan.

"Kita tahu bahwa, dalam puasa ada hal-hal yang tidak boleh dan dibolehkan," ujarnya.

Kusyairi juga menuturkan, dalam bulan puasa harus menyiapkan harta benda, maksudnya ketika ramadan harus menginfaqkan dan mengeluarkan harta benda berupa uang, dan apa saja yang membantu masyarakat yang terpinggirkan.

"Siapa berbuat beramal atau kebaikan lainnya di bulan puasa, akan berlipat ghnda pahalanya oleh Allah SWT," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved