IHSG Ditutup Dilevel 5716

Branch Manager PT Reliance Securitas, Riza Juliandri mengatakan sentimen negatif dari terror bom dirasa tidak begitu mempengaruhi market.

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK/MASKARTINI
Branch Manager PT Reliance Securities, Riza Juliandri. 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan pada zona positif dengan ditutup naik 13,38 poin sebesar 0,24 persen dilevel 5716.

Indeks sektor infrastruktur yang mendorong penguatan IHSG dengan menguat 1,72 persen pada perdagangan hari ini.

Branch Manager PT Reliance Securitas, Riza Juliandri mengatakan sentimen negatif dari terror bom dirasa tidak begitu mempengaruhi market.

Terlihat volume perdagangan masih seperti biasa dan IHSG berhasil bertahan menguat disaat bursa regional berfluktuatif diakhir pekan.

Baca: Pria ini Sosok Besar Dibalik Sejarah Terbentuknya Kancil BBK

Investor asing tercatat net sell Rp78,48 miliar sehingga total capital inflow investor asing pekan ini sebesar 991,7 miliar.

Sementara bursa asia ditutup bervariasi diakhir pekan.

Pelemahan terlihat cukup besar pada Indeks saham Jepang terseret oleh produsen minyak.

Harga minyak meluncur deras dengan pelemahan mingguan terbesar dalam satu bulan terkahir pada hari kamis kemarin karena langka OPEC dalam kesepakatan dalam memperpanjang pemangkasan produksi minyak mengecewakan Investor.

Indeks Hang Seng Hong Kong datar, mempertahankan kenaikan mingguannya sebesar 1,8 persen, sementara Shanghai Composite meningkat 0,1 persen.

Bursa Eropa terseret penurunan saham-saham energi terbebani oleh prospek harga minyak.

Pound Inggris turun setelah sebuah jajak pendapat menunjukkan bahwa pihak Konservatif memimpin setelah menyempit setelah serangan Manchester, dan karena investor di Asia menjual mata uang tersebut setelah pertumbuhan ekonomi kuartal pertama Inggris tidak memuaskan.

Sentimen ekonomi pekan depan yang akan diperhatikan investor menjelang akhir bulan Mei 2017 diantaranya tingkat pengaguran dan penjualan ritel di Jepang, Beberapa data tingkat kepercayaan dan tingkat kemampuan konsumen di Zona Eropa.

Sedangkan dari dalam negeri investor akan menanti data PMI Manufaktur dan data awal bulan seperti tingkat inflasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved