Citizen Reporter
Kerinduan Sambut Bulan Suci Ramadan
Ramadan merupakan suatu proyek dari Allah, tanpa tender, siapa saja bisa meraihnya tanpa kecuali.
Penulis: Syahroni | Editor: Rizky Zulham
Citizen Reporter
Bayu Anggara
Mahasiswa Kabupaten Sambas Pantai Utara
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Semua kita pasti merindukan tamu agung tahunan yang dinanti-nanti selama berbulan-bulan. Ya, itulah bulan suci Ramahan, bulan yang penuh dengan berkah yang di dalamnya terdapat malam penganugerahan seribu bulan.
Siapa saja yang akan meraih malam “anugerah” itu. Jangan-jangan tahun ini, tercantum nama kita di dalamnya.
Karena itu, wajar jika banyak orang selalu merindukan dan mendambakan bulan ini sehingga butuh persiapan sedini mungkin untuk menyambut kehadirannya.
Ramadan merupakan suatu proyek dari Allah, tanpa tender, siapa saja bisa meraihnya tanpa kecuali. Ramadhan sebagai lembaga pendidikan yang sangat baik, yang juga disebut dengan madrasah mutamayyizah, yang dibuka Allah Swt setiap tahun.
Siapa yang mendaftar, dan siapa pula dengan tulus ikhlas mengikuti perkualiahan dengan baik selama satu bulan, ia akan lulus dengan predikat sukses besar.
Baca: Jelang Ramadan, Jumlah Penumpang Pesawat Pontanak-Putussibau Meningkat 80 Persen
Karena tidak ada keuntungan yang lebih besar ketimbang meraih keampunan Allah dan terbebas dari siksaan api neraka.
Mencoba untuk mengingat kembali bagaimana sejarah orang-orang soleh terdahulu yang menjadikan seluruh hidup mereka adalah bulan Ramadan.
Dimana mereka telah banyak mempersiapkan diri mereka dengan banyak bekal untuk menyambut datangnya bulan Ramadan. Sebuah persiapan yang cukup untuk bertarung dan istiqomah sehingga mereka benar-benar merasakan sepenuhnya Ramadan tersebut.
Rindu Ramadan, berati rindu pada sejuta kebaikan dalam bingkai amalan soleh. Kerinduan yang pada hakekatnya merupakan kerinduan akan akhirat, kerinduan untuk bertemu Allah Swt.
Oleh karena itu mereka berharap penuh kepada Allah untuk bertemu syahrul mubarok bulan yang penuh dengan keberkahan ini. Pertanda mereka memiliki hati yang hidup sambil khawatir jika umur tak sampai kesana.
Mereka adalah teladan, pengingat setiap hamba setelah mereka pada kematian. Tidak terbuai akan silaunya kehidupan dunia oleh mata.
Bulan ramadan ia tak datang secara tiba-tiba, kedatangannya sama seperti yang lain dengan mengikuti arus revolusi bumi yang sangat cantik dalam kendalinya.
Ada yang berbeda dengan kehadiran bulan ramadhan ini, dimana banyak orang-orang khususnya umat muslim tersadar untuk menanti dalam dekapan rindu yang tiada tara. Ada yang merindu dengan bangun malam nya, ada yang merindu dengan makanan khasnya, ada pula yang merindu dengan lantunan ayat suci Alquran di waktu malamnya, sehing, sepi dan menghujam qalbu.
Inilah bulan ramadan yang membawa kerinduan pada setiap insan, bulan yang dihadirkan dengan segala keindahan yang penuh dengan ladang amal.
Menantinya menjadi kerinduan yang dapat membuncah perasaan, menjalaninya menghadirkan keindahan yang tak ternilai, maka dari itu tatkala Ramadan telah datang dengan keriang-gembiraan menghadirkan untuk umat pintu pintu surga yang terbuka.
Kala Ramadan menyapa, malam yang penuh kesyahduan akan didapatkan jauh berbeda dengan malam-malam sebelumnya. Di kampung, seusai shalat tarawih bacaan Alquran akan terus menggema hingga ke langit yang syahdunya menemani lelapnya setiap orang dalam tidur malamnya dimana anak manusia akan bergantian melantunkan ayat suci alquran hingga menjelang waktu sahur yang begi indah.
Keberkahan Ramadhan kian menyelip dalam suasana hati yang dirasakan dalam dekapan keluarga, dimana pada bulan Ramadan ini akan sangat mudah sekali untuk kita saling menjalin ukhuwah yang begitu indah sesama kaum muslim.
Semua insan akan terus dimanjakan oleh Ramadan yang telah membayar lunas pada dirinya. Segala kerinduan akan dapat dinikmati dalam dekapan ukhuwah, begitu indahnya bulan ramadan ini, bulan yang telah membawa dan membuka percikan cahaya pada setiap insan.
Begitu banyak cerita dan kisah kisah yang membuat kita akan terus bersemangat dalam menanti datangnya bulan Ramadan ini. Keberkahan ramadhan akan semakin menyelip didalam hati yang kian dirasakan dalam dekapan keluarga. Dia yang jarang berkumpul dengan keluarga, jarang berbagi kebersamaan atau menikmati hidangan bersama satu teras makan, dalam bulan Ramadan terwujud.
Aktivitas sebagai anak rantau yang sedang menempuh studi di luar daerah tentu saja mereka sanagt jarang untuk merasakan kebersamaan bersama keluarga dirinya. Ramadan memulihkan segalanya. Santapan sahur dan santapan berbuka adalah momen yang sangat berharga dibulan ramadan. Ada banyak cara Allah untuk membuat umatnya bahagia, maka tersenyumlah wahai diri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/persiapan-bulan-ramadan_20150612_151036.jpg)