Kebakaran di Landak

BREAKING NEWS: Tiga Orang Selamat Dari Kebakaran Rumah

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun pemilik rumah mengalami kerugian cukup besar karena sekitar 70 persen rumah tersebut hangus.....

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK/ALFONS PARDOSI
Santoso menunjukkan kabel dari kamar belakang rumah Muhammad Aliadi, yang diduga asal api yang kemudian menjalar ke atas dan membakar rumah pada Selasa (16/5) sekitar pukul 22.00 WIB 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Satu unit rumah milik Muhammad Aliadi (39) yang berada di RT 08/RW 04, Dusun Pesayangan, Desa Raja, Kecamatan Ngabang hampir rata dengan tanah setelah dilahap sijago merah pada Selasa (16/5/2017) sekitar pukul 22.00 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun pemilik rumah mengalami kerugian cukup besar karena sekitar 70 persen rumah tersebut hangus terbakar.

Sejak kemunculan api, oleh warga api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 01.30 WIB dengan cara manual.

Saat kejadian, di dalam rumah hanya ada mertua pemilik rumah Sopiati (85), anak pemilik rumah Lusi (12), dan keponakan pemilik rumah yang masih kelas 1 SMP.

Baca: BREAKING NEWS: Rumah Terbakar, Tak Ada yang Bisa Diselamatkan, Aliadi Shock Berat

"Pemilik rumah lagi di Singkawang, dan istrinya di Pontianak," ujar adik pemilik rumah, Santoso (46) kepada Tribun pada Rabu (17/5).

Diceritakan Santoso yang rumahnya tepat berada di samping kejadian, awal mula kemunculan api diketahui oleh anaknya yang mendengar suara ledakan.

"Lalu anak saya melihat dari jendela, dan melihat api sudah muncul dari atas rumah pamannya. Lalu beri tau saya, kami sama-sama ngecek," katanya.

Setelah sampai di depan rumah itu, terlihat asap memang sudah mengepul dari kamar belakang.

Tidak berpikir panjang, Santoso berusaha mendobrak pintu depan untuk berusaha masuk.

Karena di dalam rumah ada tiga orang, termasuk satu anaknya yang tidur bersama anak pemilik rumah.

"Setelah pintu saya dobrak, asap sudah mengepul kuat. Saya lihat mertua adik saya sudah meraba-raba dinding depan mau cari jalan keluar, karena dia sudah pikun. Lalu saya gedor kamar keponakan yang di situ ada anak saya, mereka tersadar lalu keluar dan saya gendong mertua adik saya," jelasnya.

Setelah itu Santoso membangunkan rumah tetangga lainnya.

"Jadi dari sore listrik padam dari jam 5 sampai jam setengah 9, ndak lama lampu nyala baru kejadian itu. Waktu api muncul, listrik masih nyala. Api muncul dari kabel kamar belakang, dan langsung merembet ke atas," terangnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved