Temu Dialog Diharapkan dapat Selesaikan Keluhan Buruh Terhadap Pelayanan Rumah Sakit

Kalau berdasarkan Disnaker provinsi ada sekitar 6.000 perusahaan, tapi memang dari 3.500 yang masuk belum semua karyawannya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHO PANJI PRADANA
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pontianak, Ansharuddin saat menghadiri temu dialog peringatan Mayday di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lantai II Kantor Terpadu Jalan Sutoyo Kota Pontianak, Sabtu (13/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemkot Pontianak melalui Dinas Ketanagakerjaan bersama Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), serta BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan menggelar temu dialog dalam rangka memperingati May Day di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lantai II Kantor Terpadu Jalan Sutoyo Kota Pontianak, Sabtu (13/05/2017).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pontianak, Ansharuddin menuturkan dalam temu dialog tersebut, pihak BPJS Kesehatan di undang setelah peringatan Mayday yang biasa dilakukan dilapangan ditunda sampai dengan hari ini.

"Kegiatan hari ini kita mengikuti undangan dari serikat buruh ketika pelaksanaan mayday di undang oleh Disnaker maupun serikat pekerja bahwa disepakati hari Mayday tidak ada kegiatan buruh," katanya, Sabtu (13/5/2017).

Baca: Dinas Perhubungan Kalbar Uji Trayek Baru Kuching-Putussibau

Menurutnya, selama ini mitra antara pihak BPJS dengan serikat buruh dan pekerja sangat baik.

"Kegiatan yang dilakukan serikat buruh dan pekerja kita hadir. Pada kegiatan tertentu saat berkunjung ke perusahaan kita mengajak serikat pekerja dan buruh," ungkap dia.

Dikatakannya, untuk untuk kerjasama antara BPJS dengan semua perusahaan memang belum bisa terjalin semuanya, berdasarkan data yang masuk, untuk di Kalbar menurutnya baru sekitar 3.500 perusahaan ataupun badan usaha yang bekerja sama dan 700 lebih yang belum.

"Kalau berdasarkan Disnaker provinsi ada sekitar 6.000 perusahaan, tapi memang dari 3.500 yang masuk belum semua karyawannya, karena masih sebagain hal inilah yang kita usahakan bersama Disnaker baik provinsi maupun Kabupaten Kota melakukan kunjungan di perusahaan tersebut supaya yang belum masuk harus di ikutkan juga," terangnya.

Ia mengatakan, jika berdasarkan peraturan pemerintah sudah seharusnya pada tahun 2016 semua perusahaan masuk dalam BPJS.

"kami masih melakukan tindakan persuasif, kami punya sekitar tujuh tenaga pemasar yang setiap hari berjalan dan bergerak menyisir perusahaan yang belum mendaftarkan karyawannya dan setiap bulan rata-rata 2.000-an pekerja masuk dari perusahaan yang belum mengikuti. ini memang terus kita lakukan berikan advokasi, edukasi sehingga pekerja terlindungi dari pelayanan kesehatannya," katanya.

Menurutnya pula jika diihat dari keinginan pekerja dalam pelayanan kesehatan maupun jaminan sosial ketenagakerjaan, di akuinya memang masih ada keluhan.

Ia mengatakan hal tersebutlah yang akan di bahas serikat pekerja, oleh karena itu stake holder yang terkait dengan jaminan kesehatan dan ketanagakerjaan dihadirkan.

"Kalau biasanya yang menjadi keluhan masalah adalah pelayanan rumah sakit, dengan adanya dialog ini semoga dapat terselesaikan," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved