Citizen Reporter

Pagar Budaya Hikmahbudhi Ajak Pengunjung Lindungi Candi Borobudur

Tujuannya agar pengunjung sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan, tidak memanjat stupa dan patung Buddha

Penulis: Dian Lestari | Editor: Jamadin
ISTIMEWA
KAMPANYE - Para relawan Peduli Cagar Budaya Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (PAGAR BUDAYA HIKMAHBUDHI) menggelar kampanye menggugah kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian Candi Borobudur, di kawasan Candi Mendut dan Borobudur, Jawa Tengah, Rabu (10/5/2017). 

Citizen Reporter

Pengurus PP HIKMAHBUDHI, Tio 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Para relawan yang tergabung dalam Peduli Cagar Budaya Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (PAGAR BUDAYA HIKMAHBUDHI) menggelar kegiatan di wilayah Candi Mendut dan Borobudur, Jawa Tengah, pada Perayaan Waisak 2561 BE/2017, Rabu (10/5/2017) dan Kamis (11/5/2017). Gerakan ini menyuarakan "Peduli Kelestarian Candi Borobudur" ke semua pengunjung yang hadir.

Para relawan yang menyuarakan kampanye Peduli Cagar Budaya Buddhis Indonesia, membagikan brosur tertuliskan "Tne Campaign Save Borobudur For Civilizition". Di dalam brosur terdapat penjelasan mengenai Candi Borobudur, arsitektur dan maknanya, tindakan sederhana mencintai Borobudur, dan penjelasan mengenai hal-hal yang akan mengancam Borobudur. Tujuannya agar pengunjung sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan, tidak memanjat stupa dan patung Buddha.

Relawan yang turut serta kampanye merupakan mahasiswa Buddhis, yang berasal dari perwakilan cabang HIKMAHBUDHI seluruh Indonesia. Mahasiswa yang tergabung dalam gerakan ini, mengikuti prosesi perayaan Waisak di barisan paling belakang, dengan membawa kantong sampah dan memunguti sampah-sampah yang tersisa dari kegiatan prosesi.

Kegiatan dilanjutkan terus sehari setelah perayaan Waisak. Para relawan membersihkan kembali Candi Borobudur dari tingkat atas hingga paling bawah. Terlihat pula banyak pengunjung yang tidak menaaati peraturan, ditegur dengan sopan agar tidak melakukan hal-hal yang dapat merusak kelestarian Candi Borobudur.

"Candi Borobudur perlu kita jaga. Bukan hanya kondisi fisiknya saja, namun kondisi spiritual juga, serta nama baiknya. Sangat perlu untuk kita jaga bersama," ucap Anes Dwi Prasetya, Sekretaris Jendral PP HIKMAHBUDHI.

Dia menambahkan, "Kami mengharapkan bantuan semua pihak untuk bersama-sama menjaga Candi Borobudur. Maka dengan momen Waisak 2561 BE ini, tanpa terkecuali harus menjadi agen penjaga kelestarian Candi Borobudur dan Cagar Budaya lainnya di Indonesia agar terus utuh dan berdiri kokoh memberikan warisan sejarah dan ilmu yang terkandung di dalamnya untuk generasi-generasi selanjutnya," tuturnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved