Faksin Gelar Aksi Sunyi Ingatkan Hak-hak Anak

Berbagai tantangan itu mengancam kehidupan generasi penerus bangsa di daerah ini.

Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / RIZKY PRABOWO RAHINO
Forum Anak Kabupaten Sintang (Faksin) gelar aksi sunyi di Bundaran Tugu Adipura di Kawasan Simpang Lima, Rabu (10/5/2017). Berbagai poster-poster hasil goresan tangan dibentangkan mengelilingi tugu. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Forum Anak Kabupaten Sintang (Faksin) gelar aksi sunyi di Bundaran Tugu Adipura di Kawasan Simpang Lima, Rabu (10/5/2017). Berbagai poster-poster hasil goresan tangan dibentangkan mengelilingi tugu.

Poster memuat pesan-pesan pengingat agar para orang tua dan masyarakat mencurahkan kasih sayang dan memperlakukan anak secara baik sesuai hak asasi anak. Anak-anak merupakan anugerah dari Tuhan.

Peserta regenerasi terdiri dari perwakilan anak-anak asal sejumlah sekolah di Kecamatan Sintang, Sepauk, Tempunak dan Binjai. Mereka serukan penghentian tindakan kekerasan terhadap anak baik kekerasan secara fisik maupun psikis. 

Koordinator Aksi Stop Kekerasan Forum Anak Sintang, Nasrullah Rangga Nastika menerangkan Sintang menjadi satu diantara daerah target penyebaran narkoba di Provinsi Kalimantan Barat. Jika tidak disikapi bijak, kondisi ini mengancam kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Sintang.

“Kondisi ini bisa ancam pembentukan kualitas penerus generasi di Kabupaten Sintang,” ungkapnya.

Kini, anak-anak sintang juga telah terbawa dalam pergaulan bebas yang berdampak negatif. Kafe-kafe atau tempat nongkrong kian banyak tersebar di Sintang. “Ya, kafe dan tempat nongkrong yang tidak ramah anak,” timpalnya.

Tidak hanya narkoba, berbagai problem juga jadi tantangan diantaranya gizi buruk, kesahatan, pendidikan dan sebagainya. Anak-anak berharap komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang jadikan Sintang sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA).

“Berbagai tantangan itu mengancam kehidupan generasi penerus bangsa di daerah ini. Kami sebagai anak-anak ingin mengambil peran dan menyampaikan suara kepada pemerintah,” tandasnya.

Siswa SMAN 1 Sepauk, Deni menerangkan sebelum lakukan aksi sunyi pihaknya mendapatkan pemahaman ilmu selama tiga hari saat regenerasi forum anak. Deni mengaku dia banyak belajar tentang hak dan kewajiban sebagai anak. Dia baru tahu jika seorang anak memiliki hak dan perlindungan dari pemerintah.

“Seperti perlindungan anak dari berbagai tindakan kekerasan. Di sekeliling, banyak terjadi tindakan kekerasan terhadap anak oleh orang-orang terdekat. Banyak anak-anak bekerja, padahal harus sekolah,” ujarnya.

Baca: Abdul Rahman Jabat Dandim Singkawang, Ini Programnya

Masyarakat Sintang, B Fernando sambut baik aksi sunyi yang dilakukan anak-anak sebagai upaya ingatkan peran orang tua dalam penuhi hak anak. Banyak kasus anak menjadi korban hal negatif dan kekerasan seperti aborsi dan pembunuhan bayi oleh orang tuanya sendiri.

“Tentu ini hal baik. Orang tua harus paham saat berikan kasih sayang ke anak. Sayang bukan berarti harus penuhi semua permintaan anak,” terangnya.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Anak Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Sintang Dra Midartik Dewi mengungkapkan Regenerasi Forum Anak merupakan agenda rutin setiap tahun. Pada proses Regenerasi Forum Anak Ke-14 Tahun 2017 terpilih Ferdi Ramadhoni sebagai Ketua Forum Anak Periode 2017–2019.

“Kami berharap forum anak tahun 2017 bisa lebih baik dan bisa berperan dalam upaya memenuhi hak dan perlindungan anak. Saya ucapkan terimakasih kepada Pro Child Community dari Yogyakarta, Wahana Visi Indonesia dan Komunitas Sahabat Kapuas telah memberi dukungan,” ucapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved