Citizen Reporter

Sutarmidji Akan Beri Reward Bagi Kader Posyandu Yang Kampanyekan Stop Merokok

Kami akan memberikan kepada kader posyandu yang paling banyak mengajak orang berhenti merokok.

Penulis: Syahroni | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji memukul drum tanda dibukanya Jambore Kader Posyandu se Kota Pontianak dan Pencanangan Germas. 

Citizen Reporter
Jimmy Ibrahim
Humas Pemkot Pontianak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kampanye berhenti merokok gencar disuarakan Wali Kota Pontianak, Sutarmidji. Bahkan, pihaknya menargetkan, keluarga penerima fasilitas raskin dan sebagainya mesti berasal dari keluarga yang bebas dari asap rokok.

Selanjutnya, mereka akan diberi insentif lainnya dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak.

“Kami akan memberikan kepada kader posyandu yang paling banyak mengajak orang berhenti merokok,” ujarnya saat membuka Jambore Kader Posyandu Tingkat Kota Pontianak sekaligus pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Gedung Pontianak Convention Center (PCC), Selasa (9/5/2017).

Menurutnya, rokok merupakan sumber segala penyakit. Aktivitas merokok juga dinilai mengakibatkan produktivitas kerja tidak maksimal.

Untuk kampanye berhenti merokok di lingkungan Pemkot Pontianak, Sutarmidji memastikan tidak akan memberikan jabatan kepada mereka yang merokok atau perokok.

Baca: Wali Kota Sutarmdji Senam Bersama Ratusan Kader Posyandu di Pontianak

Pasalnya, mereka yang merokok dinilai tidak bisa menjalankan kewajibannya dalam memenuhi jam kerja sehingga menyebabkan produktivitas dari Aparatur Sipil Negara (ASN) itu tidak maksimal

. “Sepuluh batang saja untuk merokok itu setara dengan 1,5 jam kerja yang terbuang sia-sia. Ketika dia tidak bisa memenuhi jam kerja selama 7 jam, untuk apa dia menjadi seorang pejabat,” kilahnya.

Wali Kota dua periode ini menambahkan, ada 10 indikator kesehatan yang perlu ditangani oleh posyandu dan dikampanyekan dalam Germas.

Terlebih, Pontianak tidak memiliki sumber daya alam sehingga sumber daya manusia harus lebih handal dan berkualitas. Dirinya juga meminta Dinas Kesehatan untuk membuat data yang akurat terkait jumlah orang yang berkunjung ke puskesmas.

Dari data tersebut, dilihat siapa warga Kota Pontianak yang kerap berkunjung ke puskesmas serta jenis penyakitnya. Kemudian ditangani secara khusus sehingga tidak tergantung pada puskesmas maupun rumah sakit. Terkecuali untuk jenis penyakit yang berat.

“Kalau data-data ini bisa diolah, disajikan dengan baik, maka perencanaan dalam penanganan kesehatan masyarakat di Kota Pontianak akan baik pula,” sebut Sutarmidji.

Orang nomor satu di Kota Pontianak ini juga meminta kader-kader posyandu dan puskesmas harus lebih peka dengan wilayah kerjanya masing-masing. Dirinya tidak ingin apabila ditemukan ada warga yang sakit dan terlantar di rumah.

“Jangan sampai justru orang luar yang menemukan ada warga sakit yang terlantar. Makanya kader posyandu maupun puskesmas harus peka dengan wilayah kerjanya,” tandasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved