Liputan Khusus
Iyong Butuh Pemain Alternatif
Pemain yang dipanggil hanya ada empat, Ronaldo, Andreas, Rifki, dan Amirul. Semua itu pemain usia di bawah 25 tahun
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pelatih Kepala Persipon, Inyong Lolombulan, mengungkapkan seleksi pemain luar dilakukan di Yogyakarta. Hasil seleski menyisakan tujuh pemain. Terdiri dari dua pemain senior dan lima pemain di bawah usia 25 tahun.
Dua pemain senior adalah Basri Lohi (30) dan Delzy Putra (26). Lima pemain di bawah 25 tahun adalah Muhammad Fikri, Andreas, Rifki, Ronaldo, dan Amirul. Akhirnya, hanya empat pemain di bawah 25 tahun yang diboyong ke Pontianak.
"Pemain yang dipanggil hanya ada empat, Ronaldo, Andreas, Rifki, dan Amirul. Semua itu pemain usia di bawah 25 tahun. Sisanya itu, Basri, Delzy, dan Fikri. Sebenarnya mereka juga punya keinginan kuat memperkuat Persipon," jelasnya.
Tidak dipilihnya keempat pemain tersebut, menurut Inyong memang menjadi keputusan Manajemen Persipon. Meski ketiga pemain tersebut, sebetulnya juga dibutuhkan Inyong untuk memperkuat skuatnya. "Terpaksa saya bicara dari hati ke hati sama Basri, Delzy, dan Fikri. Sebab ini sudah menjadi keputusan manajemen atas beberapa pertimbangan," ujarnya.
Ia mengatakan melihat kondisi Persipon saat ini, setelah menjalani program latihan sekitar tiga pekan, tenaga Basri, Delzy, dan Fikri memang dibutuhkan untuk mengisi posisi-posisi yang dirasa kurang maksimal.
"Melihat sekarang saya sangat membutuhkan sekali. Delzy bisa berpasangan sama Imam sebagai center bek. Dia sudah punya pengalaman meski baru berusia 26 tahun. Dia sudah banyak memperkuat tim-tim Divisi Utama," tegas Inyong.
Seandainya Delzy ada, Inyong mengaku akan menduetkannya dengan Imam. Bahkan bisa menjadi pemain alternatif, jika Imam mengalami halangan. Kemudian Kabelus dan Rifki, bisa bermain di bek kiri, bek kanan, dan gelandang bertahan.
Pendanaan Klub
Dengan demikian, dirinya akan punya banyak opsi untuk pemain belakang. "Kalau Basri kita sudah tahu dia punya banyak pengalaman. Sudah punya nama di Liga Super. Saya sangat membutuhkan dia, kalau kita pakai 4-2-3-1. Saat ini, saya sangat membutuhkan sayap. Begitu juga Fikry. Jadi Fikry bisa main di kanan dan Basri bisa kiri," paparnya.
Inyong menuturkan saat seleksi pertama dan kedua, pemain lokal tidak ada yang berposisi sayap murni. Itu terbukti dari selama program latihan. Pemain sayap Persipon tidak maksimal, sehingga sulit jika memakai formasi 4-2-3-1.
"Kalau bicara berpengaruh atau tidak ketidakhadiran pemain itu, sebenarnya kita kan belum jalankan program latihan bersama ketiga pemain itu. Tapi secara pribadi, saya membutuhkan tiga pemain itu," ujarnya.
Selain itu, yang masih menjadi persoalan saat ini menurut Inyong adalah lini depan Persipon yang masih belum maksimal. Dua pemain depan seperti Hengky dan Econ, memang perlu diasah lagi agar dapat menjadi striker ulung.
"Kemarin juga saya sempat mau ambil Ananias, striker ulung dan sudah jadi dari Papua Barat. Dia sudah punya pengalaman di Divisi Utama. Pernah main di Manokwari, Persipur Purwodadi, dan kabarnya terakhir saat ini sudah di Persiraja Banda Aceh," tutur Inyong.
Selain itu, menurutnya saat ini kabarnya Basri Lohi sudah bergabung bersama Persipur Purwodadi, Muhammad Fikri di Persewangi Banyuwangi, dan Delzy Putra masih belum ada kabar terbarunya.
"Saya akan berusaha semaksimal mungkin dengan pemain yang ada ini. Kalau kita memang benar-benar masih membutuhkan pemain, untuk putaran kedua saya akan coba bicarakan kepada pihak manajemen," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/sambut-bola_20170423_231944.jpg)