Dampak PLBN di Perbatasan Kalbar Belum Signifikan Bagi UMKM
Pembukaan 3 PLBN yang ada sebenarnya bahasanya bukan dibuka hanya renovasi besar-besaran.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Ekonomi Perbatasan Untan Pontianak, Dr Fariastuti Djafar menuturkan jika bicara strategi kita tidak boleh melupakan daerah. Berikut analisanya:
Saya melihat salah satu kelemahan strategi kita saat ini adalah melihat dengan samar-samar saja.
Padahal harus dilihat bagaimana pasar-pasar yang tidak digunakan juga Perum untuk perumahan.
Jadi jika ingin masuk ke negara orang pelajari dengan benar negara kita, dengan demikian kita akan mampu bersaing di dunia internasional.
Pembukaan 3 PLBN yang ada sebenarnya bahasanya bukan dibuka hanya renovasi besar-besaran.
PLBN tersebut sudah lama dibuka tetapi dilakukan renovasi besar-besaran dan jika kita melihat infrastruktur masih bagus dibongkar juga ada pemborosan.
Saya melihat perbatasan ini khususnya 3 Kecamatan yang berbatasan langsung yang lebih dominan adalah barang masuk dari Malaysia.
Kalau barang keluar ke Malaysia untuk level tradisional tidak terlalu signifikan. Justru kecamatan di luar kecamatan yang berbatasan langsung mereka yang melakukan perdagangan internasional yang sangat besar.
Baca: Dorong PLBN Entikong Jadi Pintu Ekspor Impor
Memang kebanyakan sebenarnya masyarakat yang berkunjung ke Indonesia ke Kota Pontianak ke perbatasan ingin berwisata tetapi dari hasil obrolan saya dengan banyak warga negara asing mereka juga tertarik berbelanja.
Saya ambil contoh di Serikin jika dilihat tidak mewah dari pasarnya, masih mewah pasar kita di perbatasan yang masih kosong tersebut.
Hanya saja permasalahannya untuk barang yang dijual kebanyakan konveksi adanya di Bandung di Jawa sehingga tidak menjangkau ke sana.
Baca: Tokoh Masyarakat Perbatasan Harap PLBN Entikong Dilengkapi Alat Deteksi Narkoba
Dengan adanya gedung yang megah tersebut harus kita lihat apakah membuat masyarakat pengunjung merasa nyaman ke sana. Ternyata perbankan pun belum mampu masuk ke sana, money changer juga tidak ada masih menonjol yang penukaran gelap-gelap itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pengamat-ekonomi-perbatasan-untan-pontianak-dr-fariastuti-djafar_20170426_205806.jpg)