Terbatas, Listrik Hanya untuk Nyalakan Lampu Penerangan
Kalau listrik PLN belum sama sekali ada di sini. Memang sih warga di sini belum pernah mengajukan pemasangan listrik PLN di sini
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Kehidupan warga tiga desa di Sungkung Komplek, yakni Desa Sungkung I, Sungkung II dan Sungkung III dengan segala keterbatasan pembangunan infrastruktur, terpantau tim Sekretariat Presiden (Setpres), saat tim Setpres bersama rombongan pengantar paket bantuan Presiden RI untuk siswa-siswa di empat SDN di Sungkung, menginap selama dua malam di Dusun Akit, Desa Sungkung I serta di Dusun Senoleng, Desa Sungkung III, sejak Minggu (9/4/2017) hingga Selasa (10/4/2017).
Abet warga setempat menuturkan bahwa sebagian warga di desa tersebut, masih mengandalkan mesin berbahan bakar solar untuk memutar dinamo, atau menggunakan Generator Set (Genset) berbahan bakar bensin serta panel surya (Solar Cell) untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari, terutama untuk menyalakan lampu penerangan saat malam hari, karena belum adanya pasokan listrik dari PT PLN.
Namun menurut Abet, listrik yang ada hanya terbatas untuk menyalakan lampu penerangan atau sesekali menghidupkan televisi.
Desakan akan semakin bertambahnya kebutuhan listrik, membuat warga Sungkung III berusaha keras membangun pembangkit listrik di desanya.
Mereka berupaya membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 35 kilowatt di tepi Sungai Anap, yang berjarak sekitar 1 kilometer dari Dusun Senoleng.
Baca: Warga Amankan Dua Pemuda Curi Tabung Gas di Wajok Hulu
Merujuk dari wikipedia, PLTMH merupakan pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan tenaga air sebagai tenaga penggeraknya, seperti saluran irigasi, sungai atau air terjun alam, dengan cara memanfaatkan tinggi terjunan (head) dan jumlah debit air.
Mikrohidro merupakan sebuah istilah yang terdiri dari kata mikro yang berarti kecil dan hidro yang berarti air.
Secara teknis, mikrohidro memiliki tiga komponen utama, yaitu air (sebagai sumber energi), turbin dan generator.
Mikrohidro mendapatkan energi dari aliran air yang memiliki perbedaan ketinggian tertentu. Pada dasarnya, mikrohidro memanfaatkan energi potensial jatuhan air (head). Semakin tinggi jatuhan air, maka semakin besar energi potensial air yang dapat diubah menjadi energi listrik.
Di samping faktor geografis (tata letak sungai), tinggi jatuhan air dapat pula diperoleh dengan membendung aliran air, sehingga permukaan air menjadi tinggi.
Air dialirkan melalui pipa-pipa ke dalam rumah pembangkit, yang pada umumnya dibangun di tepi sungai untuk menggerakkan turbin atau kincir air mikrohidro.
Energi mekanik yang berasal dari putaran poros turbin, akan diubah menjadi energi listrik oleh sebuah generator.
Mikrohidro bisa memanfaatkan ketinggian air yang tidak terlalu besar, misalnya dengan ketinggian air 2.5 meter dapat dihasilkan listrik 400 watt.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/penerangan-listrik_20170424_124836.jpg)