Hari Kartini

Di Era Globallisasi, Perjuangan Kartini Belum Berakhir

Menurutnya, situasi dan kondisi saat perjuangan Kartini adalah dimana adat istiadat dan kultur masyarakat di dominasi oleh kaum laki-laki dan wanita..

TRIBUNPONTIANAK/Ridho Panji Pradana
Foto bersama - Bupati Sekadau Rupinus beserta istri, dan Wakil Bupati Sekadau Aloysius beserta istri foto bersama dengan pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sekadau. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Penasehat Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Sekadau, Kristina Rupinus yang menuturkan Kartini merupakan sosok pahlawan yang mengambil tempat tersendiri di hati para wanita.

"Kartini adalah pahlawan yang mengambil tempat tersendiri di hati kita khususnya kaum wanita, dengan keberanian dan pengorbanan yang tulus dia berjuang dan mampu menggugah kaun wanita dari belenggu diskriminasi," katanya, Jumat (21/04/2017).

Menurutnya, situasi dan kondisi saat perjuangan Kartini adalah dimana adat istiadat dan kultur masyarakat di dominasi oleh kaum laki-laki dan wanita dianggap makhluk tuhan nomor dua.

Baca: Mitsubishi Sintang Bagi Bingkisan di Hari Kartini

"Berkat perjuangan Kartini kini kaum wanita dinegara ini telah menikmati apa yang disebut persamaan hak atau pun gender," ujarnya.

Istri Bupati Sekadau ini menegaskan perjuangan wanita memang belum berakhir, karena di era globalisasi masih banyak dirasakan penindasan dan perlakuan tidak adil terhadap perempuan.

"Kepeloporan Kartini wajib kita tiru, amalkan dan tularkan, sebagai wanita yang harus berperan aktif dalam segala bidang kehidupan, marilah kita teruskan perjuangan Kartini dengan meningkatkan pastisipasi kita terhadap pembangunan sehingga cita-cita kartini dapat terwujud," tukasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved