Terapkan Disiplin Rehab Pecandu di Wisma Sirih

Kita menerapkan kedisiplinan karena mereka harus selalu bangun pagi kemudian melakukan aktivitas ibadah

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Tempat rehabilitasi bagi pecandu narkoba Wisma Sirih yang terletak di Jalan Alianyang Pontianak. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Tempat rehabilitasi bagi pecandu narkoba Wisma Sirih yang terletak di Jalan Alianyang Pontianak ini menerapkan kedisiplinan dalam merubah perilaku dan mental residen.

“Kita menerapkan kedisiplinan karena mereka harus selalu bangun pagi kemudian melakukan aktivitas ibadah. Yang islam salat dan nasrani baca alkitab,” kata Konselor Adiksi Wisma Sirih Marhadi kepadatribunpontianak.co.id, Selasa (18/4/2017).

Kegiatan pagi hari, katanya dimulai dengan morning meetting dimana mereka bisa menceritakan perasaan yang dirasakan dan perubahan apa yang terjadi dalam satu hari beraktivitas di Wisma Sirih.

Hal ini dilakukan karena ketika mereka di luar untuk berhenti dalam satu hari itu sangat berat. Mereka juga saling menegur satu dengan yang lainnya jika ada temannya yang melakukan kekeliruan.

Dalam rehabilitasi ini menggunakan konsep terapi community yang berbasis rumah sakit. Artinya pecandu yang sudah pulih membantu pecandu lain sehingga mereka saling bantu.

“Tujuan mereka untuk mendapat pembelajaran bahwa inilah kehidupan sebenarnya yang ada di luar. Mereka di dalam ini hanya simulasi,” ungkapnya.

Dikatakan Marhadi, mereka yang menggunakan narkoba merusak lima aspek yaitu biologis, psikologis, sosial, mental dan spiritual. Hal itulah yang akan dikembalikan seperti sebelum mereka menggunakan narkoba.

Proses rehabilitasi dilakukan selama enam bulan dan dibagi dalam dua tahap dengan dibantu24 staf terdiri dari dokter umum, dokter psikiater, psikolog, perawat, konselor, security dan logistik.

Perlengkapan sarana sendiri di antaranya olahraga tenis meja, futsal dan lainnya. Kemudian kegiatan keterampilan seperti cuci motor dan kerajinan tangan dari barang bekas.

Wisma Sirih yang berdiri sejak 2002 memiliki 7 kamar yang mampu menampung tiga orang. Kapasitas rehab sendiri hanya mampu untuk 20 orang. “Kalau rehab di sini gratis, cukup KTP dan KK saja. Semua biaya gratis,” ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved