Warga Inginkan Balon Wali Kota Pontianak Turun Langsung Bukan Sekadar Baliho
"Baliho para balon Wali Kota Pontianak yang terpasang diberbagai sudut kota agak sedikit mengganggu pemandangan," katanya, Sabtu (15/4/2017).
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satu diantara masyarakat yang bermukim di Jalan Alianyang Pontianak, Zainuddin Kismit keluhkan baliho para balon Wali Kota Pontianak yang mengganggu pemandangan, ia mengatakan seharusnya untuk memperkenalkan diri balon akan lebih baik jika turun langsung ke masyarakat.
"Baliho para balon Wali Kota Pontianak yang terpasang diberbagai sudut kota agak sedikit mengganggu pemandangan," katanya, Sabtu (15/04/2017).
Baca: Belum Miliki Jalan Akses Antar Desa, Pembangunan di Kecamatan Siding Terhambat
Dalam sisi politik, Ia memahami masalah marketing politik, akan tetapi dari sisi kerapian dan kenyamanan Kota menurutnya agak sedikit mengganggu karena ketika dlihat tidak teraturnya baliho yang dipasang.
Baca: Banyak Banner dan Spanduk Balon Pemimpin Daerah, KPU Kalbar : Bukan Ranah KPU
"Padahal pilkada di tahun depan, deklarasi bukan hal yang masalah hanya saja kita harus sama-sama menjaga kenyamanan kota dari sisi kebersihan dan ketertiban," tuturnya.
Dikatanya pula, harus ada perda yang mengatur tentang baliho-baliho balon kepala daerah sebelum memasuki pemilu sehingga tidak sembarangan pasang dengan alasan tidak ada aturan yang mengatur.
"Aturan ketertiban pemilu jangan hanya di atur pada saat tahapan pemilu tetapi hal semacam ini juga perlu diatur, untuk mengenalkan diri balon bisa turun langsung ke masyarakat jangan sekedar memperbanyak baliho tapi masyarakat tidak pernah melihat orangnya secara langsung," pungkas masyarakat yang bermukim di Jalan Alianyang Pontianak ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/zainuddin-kismit_20170415_172125.jpg)