Penumpang United Airlines Disengat Kalajengking Dalam Pesawat
Saya langsung mengambilnya dan hewan itu menyengat saya, tapi saya kira itulah yang menyelamatkan saya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, CALGARY -Pasangan asal Kanada, Richard dan Linda Bell yang mengakhiri liburannya ke Meksiko mengalami peristiwa yang tak diduga. Peristiwa menimpa warga asal Calgary, di dalam kabin pesawat United Airlines rute Houston menuju ke Calgary, Minggu (9/4/2017).
Mereka berada di Houston dalam penerbangan sambungan dariMeksiko setelah berlibur di negara itu.
Saat duduk di kursinya, tiba-tiba seekor "makhluk" berukuran sekitar tiga centimeter berwarna seperti madu jatuh ke kepala Richard dari loker penyimpan barang di atasnya.
"Saya langsung mengambilnya dan hewan itu menyengat saya, tapi saya kira itulah yang menyelamatkan saya," kata Richard kepada harian Global News.
Baca: Menolak Minta-Minta, Keluarga Ini Terpaksa Makan Kalajengking Untuk Bertahan Hidup
Seorang pria Meksiko yang duduk di sebelah pasangan itu mengatakan hewan tersebut adalah seekor kalajengking yang sangat berbahaya.
"Saya jatuhkan hewan itu ke piring, sebelum saya angkat kembali. Saat itulah dia menyengat. Rasanya seperti disengat lebah," ujar Richard.
Richard lalu membuang kalajengking itu ke lantai kabin dan sang priaMeksiko kemudian menginjak hewan berbisa tersebut.
Saat pesawat akhirnya mendarat di Calgary, Kanada, tim medis naik ke dalam kabin untuk memberikan pertolongan kepada Richard.
Juru bicara United Airlines Charles Hobart kepada CNBC mengatakan, kru kabin saat itu langsung berkonsultasi dengan dokter di darat.
Dokter itu kemudian memberikan panduan untuk mengatasi insiden sengatan kalajengking tersebut.
Pihak manajemen United Airlines memastikan luka sengatan kalajengking yang dialami Richard Bell tidak membahayakan jiwanya.
Baca: United Airlines Dituding Bikin Nenek 94 Tahun Pindah ke Kelas Ekonomi
"Pilot mengumumkan hal tersebut. Akibat ada penumpang yang digigit kalajengking maka tim medis, petugas pemadam kebakaran, dan polisi naik ke dalam kabin," ujar John Rogers, seorang penumpang.
Richard Bell, yang secara total terbang sejauh 240.000 kilometer setahun menggunakan United Airlines, merasa sedikit kecewa manajemen maskapai tak menghubunginya sehubungan insiden itu.
Saat dihubungi, pihak manajemen United Airlines hanya mengatakan, sedang menelusuri masalah tersebut.