Hadiri Rapat Isu Perdagangan di Khucing, AM Nasir: Kapuas Hulu Siap Ekspor

Kita juga membicarakan tentang bis yang mau dilaunching dari Khucing-Putussibau...

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/YOUTUBE
Bupati Kapuas Hulu AM Nasir 

Laporan Wartawan Tribun Pontanak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir juga hadiri dalam rapat pembahasan isu perdagangan lintas batas Serawak-Indonesia, di Konsulat Jendral RI, di Khucing Serawak Malaysia, Selasa (11/4/2017).

Dalam pertemuan tersebut kata AM Nasir, membahasa masalah perdagangan lintas batas antara Malaysia-Indonesia, dimana masalah perbatasan merupakan kebanyakan kewenangan dari pemerintah pusat, atau kementerian telah diperintahkan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.

"Kita juga membicarakan tentang bis yang mau dilaunching dari Khucing-Putussibau. Sekarang masih dalam proses surve bis dari Putussibau-Khucing, dan apakah dari Khucin-Lubuk Antu atau langsung ke Putussibau," ujarnya kepada wartawan di Kantor Bupati Kapuas Hulu, Kamis (13/4/2017).

Selain itu jelas Bupati, membahas keluar masuk kendaraan seperti sepeda motor dan mobil. Dimana mobil boleh masuk, kecuali harus di cap ke Entikong. "Masalah itulah sedang menjadi persoalan bagi kita," ucapnya.

Baca: Dandim 1206 Ajak Masyarakat Kapuas Hulu Tingkatkan Sinergisitas Keutuhan NKRI

Untuk menghadapi perdagangan Internasional di Perbatasan, AM Nasir menuturkan, Kapuas Hulu banyak sumber daya alam yang bisa dikelola dengan baik seperti, rotan, ikan, madu, dan lainnya yang bisa diekspor.

"Kita siap ekspor, hanya saja saat ini masih terkendala dengan regulasi, mudah-mudahan regulasi perbatasan yang terkait pedagangan, bisa terselesaikan di provinsi yang diperintahkan oleh presiden langsung," jelasnya.

Politisi PPP itu menyatakan, jangan sampai membangun PLBN, yang memakan anggaran ratusan milyar, hanya untuk memasukan barang dan orang saja, karena itu sudah tidak berimbangan lagi.

"Ketika perdagangan sudah berjalan diperbatasan, kita bisa melakukan ekspor ke malaysia. Sehingga menjadi peluang bisnis besar bagi masyarakat. Sekarang hanya terkendala regulasi saja, dan hasil pertemuan ini, akan dilanjutkan ke Sosek Malindo," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved