Potret Murid SDN 9 Kederas
Wabup Sintang Minta Dinas PU Tinjau Jembatan Alternatif di SDN 9 Kederas Hulu
“Kami sudah meminta Dinas PU meninjau ke lapangan,” ungkapnya kepada Tribun Pontianak, Selasa (11/4/2017) siang.
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Wakil Bupati Sintang Askiman tegaskan dirinya telah meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sintang tinjau jembatan kayu alternatif yang kerap dilewati sebagai akses ke sekolah oleh siswa-siswi SDN 09 Kederas, Dusun Kederas Hulu, Desa Dedai Kanan, Kecamatan Dedai.
“Kami sudah meminta Dinas PU meninjau ke lapangan,” ungkapnya kepada Tribun Pontianak, Selasa (11/4/2017) siang.
Peninjauan dilakukan guna melihat tingkat urgensi guna mengambil langkah selanjutnya. Peninjauan juga dilakukan agar diketahui status jalan desa atau jalan kabupaten.
Baca: Video Siswa SDN 9 Kederas Sintang Bertaruh Nyawa ke sekolah
“Bisa saja jembatan kayu alternatif dibangun dari dana desa jika statusnya jalan desa,” singkatnya.
Seperti diketahui, jembatan setapak alternatif yang dilintasi Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 9 Kederas saban hari, saat ini kondisinya memprihatinkan.
Untuk meniti jembatan terbuat dari batang pohon tebedak air seukuran dekapan orang dewasa ini perlu pandangan fokus dan kehati-hatian.
Siswa-siswi harus memegang erat batang bambu berdiameter seperti bola kasti dan kayu tebedak air ukuran sedang yang terpaku membentang di sisi kanan dan kiri jembatan.
Kondisi batang kayu pijakan juga kian tua, ini ditunjukkan dengan mengelupasnya lapisan kulit luar. Hal ini membuat permukaan kayu licin, terutama usai hujan turun.
Apabila nasib tak mujur, karena langkah kurang terukur. Bisa saja pelintas terpeleset dan jatuh ke Sungai Temutok yang kini airnya surut. Ketinggian jembatan dari dasar Sungai Temutok sekitar 6 meter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/siswa-sdn-9-kederas_20170411_192835.jpg)