Kunjungi Putri, Sekda: Gizi Buruk Tanggung Jawab Pemerintah

Perhatian pemerintah, kesehatan dan pendidikan, suka tidak suka ada biaya atau tidak harus ditangani

Tayang:
Penulis: Try Juliansyah | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / TRY JULIANSYAH
Sekda Singkawang, Syech Bandar bersama Kadiskes dan KB Kota Singkawang, A Kismed saat mengunjungi warga yang anaknya mengalami gizi buruk di Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Senin (10/4/2017).   

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Syech Bandar mengunjungi satu diantara balita penderita gizi buruk di Kecamatan Singkawang selatan, Senin (10/4/2017). Putri yang baru berusia 17 bulan hanya memiliki berat 6,1 Kg lantaran mengalami gizi buruk dan dalam proses penanganan.

"Kita mau tau permasalahannya, kepala dinas juga kita hadirkan, sehingga bisa tau untuk kebijakan kedepan yang diambil untuk masalah gizi buruk ini," ujar Sekda.

Kesehatan menurut Sekda merupakan bagian penting di pemerintahan kota singkawang. Termasuk masalah gizi buruk yang hingga kini masih terdapat di Kota Singkawang.

"Perhatian pemerintah, kesehatan dan pendidikan, suka tidak suka ada biaya atau tidak harus ditangani. Kalau ada gizi buruk berarti tanggung jawab pemerintah juga," katanya.

Kemudian ia juga mengatakan masalah jarak antara pemukiman warga ke posyandu juga perlu diperhatikan. Termasuk menurutnya keberadaan posyandu yang beberapa masih belum maksimal.

"Akses juga perlu diperhatikan kedepannya karenanya saya juga membawa serta RT dan Lurah pada kunjungan ini. Kemudian menggairahkan posyandu, akan kita cek berapa banyak yang beroperasi berapa yang tidak, fasilitas sudah diberikan apa maslsha bisa mandek," katanya.

Ia juga berharap masyarakat dapat lebih peduli pada kesehatan anaknya, karena pemerintah akan selalu siap memberikan bantuan dan dukungan.

"Kamk juga menghimbau warga membawa putra dan putrinya untuk memonitor perkembangan anak. Apakah beratnya sudah ideal atau belum ini juga karena, kepedulian masyarakat terhadap anak yang belum mapan," tuturnya.

Disinilah ia menilai pentingnya penyuluhan mengenai gizi buruk di Kota Singkawang.

"PKK juga harus terlibat, misalnya penyuluhan, sehingga bisa memberikan mensosialisasikan bahaya gizi buruk. Kemidoan dari puskesmas atau posyandu untukJemput bola, selain masyarakat sehera melapor jika anaknya terindikasi gizi buruk," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved