BKSDA Kalbar Petakan Habitat Penyu di Pesisir Pantai Paloh Sambas
Saat ini masih dalam perencanaan dan pemetaan, blok dimana saja penyu tersebut bertelur, lokasi lokasi mana saja penyu itu naik.
Penulis: Zulfikri | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Pesisir pantai di Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas dikenal sebagai habita penyu berkembang biak. Upaya untuk pelestarian wilayah konservasi ini haruslah dilakukan secara bersama-sama dan tidak hanya sepihak.
Akan tetapi upaya untuk menjaga kelestarian penyu ini, tak hanya berkutat pada status sebagai lokasi konservasi saja. Namun, perlu dilakukan upaya lainnya dalam bentuk nyata.
Kepala BKSDA Kalbar, Margo Utomo mengungkapkan bahwa kedepannya akan diupayakan adanya program suaka bagi penyu di pesisir Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas.
"Saat ini masih dalam perencanaan dan pemetaan, blok dimana saja penyu tersebut bertelur, lokasi lokasi mana saja penyu itu naik," ujarnya saat dihubungi, Minggu (9/4/2017).
Baca: BKSDA Sintang Evakuasi Satu Ekor Kucing Hutan
Lanjutnya, Margo Utomo juga mengatakan, beragam kegiatan yang dilakukan terkait penyu di paloh hendaknya terintegrasi dengan program konservasi penyu.
"Kegiatan wisata, yang magnetnya berupa penyu di paloh juga mesti terintegritas dengan program konservasi yang tengah dilakukan, program suaka bagi penyu juga baru akan dimulai beberapa bulan yang akan datang, tim kita sedang meninjau titik lokasi penyu bertelur di Kecamatan Paloh, intinya program konservasi dan upaya pelestarian penyu ini harus kita sambut positif," ujarnya.
Tambahnya, dirinya mengatakan bahwa memang saat ini ada beberapa kelompok masyarakat yang melakukan upaya konservasi terhadap penyu.
"Nantinya akan kita integrasikan, apakah melalui kerjasama atau lainnya, saat ini masih kita rencanakan," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pelepasan-tukik-penyu-sisik_20170409_165036.jpg)