Citizen Reporter

HMJ IA Fisip Untan Gelar Dialog Keterbukaan Informasi Publik

Pada acara dialog keterbukaan informasi tersebut, disi oleh narasumber dari berbagai kalangan, mulai dari satu diantara dosen Fisip Untan, Erdi....

TRIBUNFILE/IST
Foto bersama panitia, peserta dan narasumber di akhir acara dialog Keterbukaan informasi HMJ IA Fisip Untan. 

Citizen Reporter

Mahasiswa Fisip Untan, Adi Afrianto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi menggelar dialog tentang keterbukaaan informasi publik dengan tema “Mendorong Revolusi Mental Melalui Keterbukaan Informasi Publik” di lantai II gedung Magister Fisip Untan, Jumat (07/04/2017).

Pada acara dialog keterbukaan informasi tersebut, disi oleh narasumber dari berbagai kalangan, mulai dari satu diantara dosen Fisip Untan, Erdi, Pemimpin Redaksi Tribun Pontianak, Ahmad Suroso, Perwakilan Komisi Informasi Chatarina Pancer Istiyani.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wakil Dekan III Fisip Untan, M Sabran Achyar ini, di ikuti sekitar 145 peserta.

Ketua panitia dialog tersebut, Alif Chandra Halim berharap materi-materi yang disampaikan dari para narasumber dapat menghadirkan ilmu dan pemahaman baru kepada mahasiswa, agar mahasiswa tidak hanya berpikir untuk sendiri tetapi bisa merubah dan sumbangsihnya terhadap negara demi tercapainya kejayaan Indonesia.

Baca: Pers Corong dari Keterbukaan Informasi Publik

"Dari revolusi mental dalam keterbukaan informasi publik ini diharapkan transparansi dan lembaga publik dapat memberikan informasi yang memang seharusnya disampaikan kepda masyarakat. Dengan jelas nya informasi publik tentu harapannya adalah jumlah tindak pidana korupsi menurun dan kesadaran masyarakat akan kepentingan bersama lebih penting daripada mementingkan diri sendiri dan kelompoknya," katanya.

Ia juga mengatakan, dalam bernegara hal yang perlu ditanam adalah tidak hanya kepintaran tetapi juga moral, menurutnya pula, pemerintah harus memperhatikan dari perbatasan dan pedalaman dan pemerataan pembangunan.

"Kita semua berkeinginan maju seperti Jepang yang dapat membangun pada tahun yang sama dengan Indonesia, dengan memanfaatkan siswa, guru dan sekolah, dengan memfokuskan ke pendidikan dan menghasilkam oramg yang mempunyai keahlian, dan dimanfaatkan dalam pembangunan Jepang. Kita dapat mencontoh Jepang dengan mengambil dengan memilah dan memilih yang dapat diterapkan di Indonesia. Semua warga Indonesia mengharapkan yang terbaik untuk Indonesia," ujar Alif.

Mahasiswa Fisip Untan ini juga berharap agar dari keterbukaan informasi publik yang tercantum pada UU No. 14 tahun 2008 dapat membuat maju, turunnya jumlah korupsi dan kesadaran pejabat publik untuk bersama-sama memperbaiki Indonesia.

Ketua HMJ IA Fisip Untan, Khusnul Khotimah juga berharap dari agenda dialog tersebut adalah agar setiap mahasiswa mampu membuka wawasan tentang informasi publik dan mampu memanfaatkan informasi publik guna menilai dan menganalisis setiap kebijakan yang di buat oleh pemerintah.

"Dengan dibukannya wawasan tentang informasi publik, agar mahasiswa paham bahwa kita sebagai masyarakat berhak memperoleh informasi publik dengan sebaik-baiknya, tanpa ada yang dirahasiakan. Karena kita sebagai masyarakat dilindungi Undang2 untuk memeproleh hak informasi, sperti yang tertuang dalam UU no 14 tahun 2008," pungkasnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved