DPRD Soroti Pengelolaan Kawasan Wisata Bukit Kelam yang Terbengkalai
Sampai sekarang, ada retribusi ditarik dari setiap pengunjung yang masuk. Tapi yang menariknya bukan pemerintah.
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang singgung pengelolaan Wisata Bukit Kelam yang terbengkalai. DPRD memandang penarikan retribusi Bukit Kelam masih belum jelas pengelolaannya.
Sampai sekarang, ada retribusi ditarik dari setiap pengunjung yang masuk. Tapi yang menariknya bukan pemerintah.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang Terry Ibrahim menambahkan seharusnya penarikan retribusi merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui instansi terkait. Selain karena aset wisata, retribusi wisata Bukit Kelam merupakan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemkab.
“Tentunya, ke depan terkait penarikan retribusi ini perlu dibenahi dan tata kembali dengan baik,” ungkapnya kepada Tribun Pontianak, Rabu (5/4/2017) siang.
Selain retribusi tiket masuk, Terry juga menyoroti kondisi sarana dan prasarana Wisata Bukit Kelam yang terbengkalai.
Baca: Disporapar Sintang Tegaskan Pemkab Tata Kembali Bukit Kelam
Sebelumnya guna menunjang kawasan Wisata Bukit Kelam, Pemkab telah membangun kolam renang. Kini, kondisi kolam renang sudah tak terawat.
“Kolam renang itu proyek gagal. Kemudian, lihat bangunan WC juga tidak terawat dan kotor. Saya mau buang air kecil aja pikir-pikir dulu,” katanya.
Kondisi terbengkalainya sarana dan prasarana ini jelas disesalkannya. Sebab, DPRD dan Pemkab terus mengalokasikan anggaran yang tidak sedikit guna perawatan dan pengembangan kawasan Wisata Bukit Kelam setiap tahunnya. Alangkah mubajirnya jika dana anggaran habis sia-sia lantaran tidak terawat dengan baik.
“DPRD sudah meminta Pemerintah tegas terkait hal ini. DPRD juga telah menyarankan Pemkab bekerjasama dengan masyarakat untuk memanfaatkan dan merawat bangunan milik pemerintah di kawasan tersebut,” ucapnya.
Menurut Politisi Nasdem ini, pemanfaatan bangunan bisa saja dengan memperkerjakan masyarakat setempat dengan sistem pembagian hasil yang disepakati bersama. Terry mengakui pesona Bukit Kelam tidak hanya dikenal nasional, namun juga mancanegara. Untuk itu diperlukan manajemen pengelolaan yang profesional.
“Ini penting, agar saat wisatawan merasa puas saat berkunjung ke Bukit Kelam. Mereka bisa bercerita dan membuat orang lain tertarik datang ke Bukit Kelam. Jangan sampai timbul kesan ape ade, karena kondisi terbengkalai seperti ini. Jangan hanya besar digaungnya saja,” pungkasnya.
Sementara itu, Warga Kabupaten Sanggau, Pujianto (27) menyayangkan terbengkalainya sarana dan prasarana Kawasan Bukit Kelam. Sebelumnya dirinya tertarik mengunjungi Bukit Kelam lantaran mendapat informasi tentang keunikan dan keindahan Bukit Kelam.
“Kemarin dapat info temen, katanya Bukit Kelam ini unik. Memang unik sih, dari jauh juga indah. Tapi sayangnya fasilitasnya ini. Tadi ada niat sama teman dari Sanggau mau ke kolam renang melepas gerah perjalanan. Tapi ternyata kondisi memprihatinkan. Saya batalkan, jadi lah foto-foto saja dengan teman,” ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/landscape-bukit-kelam-diambil-dari-jalan-sintang-kelam_20170405_210222.jpg)