Ular Piton Ancaman Nyata! Setelah Telan Manusia, Kini Mengitai Ternak

Ayah almarhum Akbar, Muhammad Ramli (50) pun meminta pemerintah turun tangan mengatasi hal ini.

Editor: Marlen Sitinjak
TRIBUN TIMUR/RENI KAMARUDDIN
Puluhan warga di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, ikut menangkap ular piton sepanjang delapan meter di dekat kandang ternak sapi milik warga, Selasa, (19/7/2016) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Belum sepekan berlalu, publik dihebohkan dengan kejadian meninggalnya Akbar (25), seorang petani sawit di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

Ia menghilang setelah pergi ke kebun sawit pada Minggu (26/3/2017).

Setelah ditelisik lebih jauh, warga setempat menemukan seekor ular piton di kebun milik Akbar.

Warga terheran-heran melihat perut ular yang buncit.

Mereka kemudian membunuh ular tersebut dan membelah perutnya.

Baca: 7 Fakta Kematian Tragis Akbar Ditelan Ular Piton, Belum Diketahui Istri

Warga pun menemukan mayat Akbar berada di dalam perut ular tersebut.

"Ditemukan di lokasinya (kebunnya) kasihan," kata Satriawan, pemuda yang turut mencari Akbar, seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Beberapa hari setelah kejadian meninggalnya Akbar, warga Desa Salubiro rupanya belum bisa bernapas lega.

Pasalnya, ular piton yang menelan Akbar di sekitar desa tersebut bukanlah satu-satunya.

Dikutip dari Warta Kota, paman almarhum Akbar, Adhan Andi Tadjuddin mengungkapkan ular tersebut tujuh bersaudara.

Sementara itu, dari tujuh ular yang ada di kawasan tersebut baru dua yang mati.

Lebih lanjut, seorang warga yang ditemui TribunSulbar.com mengatakan dirinya melihat ular yang mirip piton yang memangsa Akbar.

Sumber tersebut mengatakan ular memburu ternak ayam milik warga.

Baca: Diambang Perceraian! Kebiasaan Mengejutkan Atalarik Syah-Tsania Marwa Terungkap

"Saya lihat di jalan masuk lokasi Akbar ditelan ular, mau makan ayam cuman tidak berhasil," kata sumber tersebut.

Kemunculan ular piton yang lain memang tidak mengherankan bagi warga sekitar.

Pasalnya, Desa Salubiro memang sejak lama dikenal sebagai sarang ular.

Berkaitan dengan hal ini, ayah almarhum Akbar, Muhammad Ramli (50) pun meminta pemerintah turun tangan mengatasi hal ini.

"Kami berharap, ada upaya dari pemerintah atas kejadian ini."

"Kalau memang tidak ada bantuan secara materi, setidaknya Pemerintah Daerah ada upaya mengimbau warga membersihkan kebunnya," ujar Ramli. (Tribunwow.com/Dhika Intan)

Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved