Oknum Satpam UPR Tarik dan Pukuli Mahasiswa
Menurutnya, rusuhnya situasi karena batasi waktu Mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi-aspirasi yang ingin di sampaikan terkait permasalahan....
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Presedium Nasional ILMISPI wilayah Kalimantan, Candra Apriansyah menyesalkan audiensi terbuka keluarga besar mahasiswa Universitas Palangkaraya bersama pihak pimpinan Rektorat kampus, Sabtu (1/4/2014) berakhir rusuh dan pemukulan oleh oknum satpam rektorat tersebut kepada mahasiswa.
Menurutnya, rusuhnya situasi karena batasi waktu Mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi-aspirasi yang ingin di sampaikan terkait permasalahan menuntut tranparansi dan akuntabililtas.
Baca: Mahasiswa Kayong Utara Tuntut Ketegasan Gubernur Kalbar
Satu diantara mahasiswa UPR yang berusaha melobi penambahan waktu ditarik dan dipukul oleh satpam dari pihak rektorat sontak menyulut emosi mahasiswa lainnya.
"Kejadian ini sungguh saya sesali, sebagai kaum intelektual saya kecewa dngan tindakan yang di lakukan pihak rektorat UPR, seharusnya Pejabat tinggi kampus lebih dewasa menyikapi persoalan sperti ini, tidak main pukul-pukul saja mahasiswa yang ingin menyampaikan keluhan atau aspirasinya," katanya, Minggu (2/4/2017).
Candra berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali, karena menurutnya kekerasan bukan cara untuk menyelesaikan persoalan, tapi akan lebih baik jika dengan menggunakan akal sehat menyelesaikan persoalan dengan baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/candra-apriansyah_20170402_125458.jpg)