Tumbuhkan Minat Baca, Pemkab Sintang Akan Bangun Perpustakaan Desa
Nantinya, setiap desa akan punya perpustakaan. Desa-desa bisa menganggarkan keperluan buku-buku untuk perpustakaan desa.
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Minat membaca masih rendah di Kabupaten Sintang. Hal ini menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang memutar otak guna menemukan alternatif genjot minat baca masyarakat. Tidak hanya di perkotaan saja, namun juga seluruh wilayah pedesaan dan perbatasan.
Kepala Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sintang, Radimin mengatakan rendahnya minat baca diakui jadi persoalan berbagai Provinsi di seluruh Indonesia.
Beberapa waktu lalu, dirinya diundang Rapat Koordinasi (Rakoor) di Kota Denpasar, Provinsi Bali pada 21-23 Maret 2017.
Peningkatan kegemaran membaca dan pemanfaatan perpustakaan untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas jadi bahasan strategis. Mengingat, minat baca jadi satu di antara indikator dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
"Kalau pukul rata minat baca memang sangat rendah di Indonesia," ungkapnya, Jumat (31/3/2017) siang.
Baca: Rute Penerbangan Dari Sintang ke Putussibau Sudah Dibuka
Pemerintah Pusat akan buat kesepakatan melalui Surat Keputusan Bersama antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDT Trans), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) terkait perpustakaan desa.
Nantinya, setiap desa akan punya perpustakaan. Desa-desa bisa menganggarkan keperluan buku-buku untuk perpustakaan desa.
"Kita harap keputusan bersama cepat turun. Kami masih nunggu. Namun, kayaknya tahun 2018 baru jalan. Desa bisa anggarkan buku untuk perpustakaan desa," terangnya.
Radimin akui dinasnya masih belum mampu mengelola perpustakaan secara optimal, lantaran masih terkendala sumber keuangan terbatas.
Terlebih tidak hanya perpustakaan saja, tugas pengelolaan kearsipan Pemkab Sintang juga jadi kewajiban.
Bersyukur, bantuan buku Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat masih mengalir bagi perpustakaan di tahun 2017. Pempriv juga berencana membangun perpustakaan perbatasan di wilayah Kabupaten Sintang.
"Kita sudah mengurus dan mengusulkan 10 atau 11 desa menjadi perpustakaan perbatasan. Kalau banyak-banyak kan tidak mampu dananya. Semoga saja bisa segera terwujud sebagai langkah menumbuhkan minat baca," katanya.
Radimin tegaskan minat baca jadi atensi serius. Jika seseorang kurang membaca, maka sulit menjadi orang pintar. Bahkan Perpusnas RI punya motto bahwa perpustakaan adalah jantung pendidikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/radimin_20170331_161612.jpg)