Citizen Reporter
Panen Padi di Dusun Modang, Wabup Sanggau Sampaikan Pesan Ini
Jika dikaitkan dengan Pertanian, hasil padi yang dipanen merupakan hasil dari bagaimana para petani merawat sawah dan padi yang ditanam.
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Rizky Zulham
Citizen Reporter
Christ CTG
Humas Setda Sanggau
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Wakil Bupati Sanggau Yohanes menegaskan, ketekunan dan kedisiplinan dalam bekerja itu menentukan hasil akhir.
Jika dikaitkan dengan Pertanian, hasil padi yang dipanen merupakan hasil dari bagaimana para petani merawat sawah dan padi yang ditanam.
“Bertani dengan teori yang benar, pengairan dan pemupukan teratur, hasilnya pun pasti baik dibandingkan dengan yang dikerjakan dengan seadanya saja, ” katanya, usai kegiatan Panen Padi di Dusun Modang, Desa Bagan Asam, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Rabu (29/3/2017).
Ia pun menegaskan kepada para kelompok tani agar tidak kali ini saja menanam padi, melainkan harus berkelanjutan. kelompok tani jangan cuma baju saja yang bagus, tanam padi pun harus giat.
“Kalau ditanya, masih maukah masyarakat tanam padi, Jawabannya pasti mau, namun yang jadi masalah bukan hanya mau jak, tapi tak serius mengurus sawahnya. Jangan mentang-mentang sudah panen padi, kemudian tak mau nanam lagi, ” ujarnya.
Baca: Kodim dan Dinas Pertanian Sanggau Gelar Rakor
Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sanggau ini mengimbau kepada masyarakat agar mensyukuri perkembangan Modang yang sudah maju.
Ontot meberikan perumpamaan Modang yang dulunya sulit melihat kendaraan, tapi sekarang mobil apa pun sudah pernah lewat di Dusun Modang. untuk itu, Ia meminta masyarakat Modang berpikir yang kreatif, tidak hanya terpaku dengan satu jenis pekerjaan.
“Banyak hal yang bisa dilakukan untuk dapat uang, asal yang halal. Jangan lagi berpikir dengan gaya tahun 80an. dan yang tak kalah pentingnya kekompakan masyarakat untuk membangun daerahnya. Bukan persoalan ada duit, tapi kemauan keras atau tekad untuk sukses. tidak hanya kerja keras, ketekunan juga penting dan disiplin untuk berhasil, apapun pekerjaannya, ” tegas pria asal Modang ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perikanan (Hangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau, John Hendri menuturkan bahwa bicara sawah yang modern, artinya harus dilakukan dengan cara modern juga. Pemerintah tetap mendukung petani dengan catatan petani juga harus serius untuk bertani. “Selain penyuluhan, benih dan pupuk juga diberikan untuk kelompok tani, ” ujarnya.
Hendri menyampaikan adanya program baru yaitu Sergab (Serap Gabah). Pemerintah dan TNI sudah ada MoU untuk itu. Pemerintah membeli gabah dari kelompok tani dengan harga Pemerintah, Rp 3700 rupiah per kilo, sedangkan untuk harga beras seharga Rp 7300 rupiah perkilo.
“Memang lebih murah jika dijual ke tempat lain, tapi sudah aturannya seperti ini. Ini merupakan timbal balik petani dengan Pemerintah yang sudah dibantu benih dan pupuk, dan dipastikan tidak merugikan petani, ” tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/wakil-bupati-sanggau-yohanes-ontot_20170330_204651.jpg)