Citizen Reporter
Kapolda Kalbar Tegaskan Berita Penculikan Anak Tidak Benar
Massa membabibuta mengeroyok korban dan akhirnya korban meninggal dunia lalu korban dibawa ke RS Rubini Mempawah
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Jamadin
Citizen Reporter
Kaur Litprodok Humas Polda Kalbar, AKP Cucu Safiyudin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kemajuan perkembangan teknologi informasi khususnya di dunia maya saat ini semakin pesat. Masyarakat diharapkan semakin lebih aktif menyaring dan memastikan setiap informasi yang diterima.
Hoax (informasi palsu) nampaknya kini telah menjadi penyakit baru di masyarakat. Beredarnya informasi palsu atau berita bohong merupakan satu di antara dampak negatif dari kemajuan teknologi informasi tersebut.
Informasi bohong ini disebut dengan hoax yang akhir-akhir ini beredar luas di tengah-tengah masyarakat.
Kapolda Kalbar, Irjen Pol Musyafak sangat menyayangkan peristiwa pengeroyokan oleh warga masyarakat terhadap seorang pria berinisial MM, yang mengakibatkan pria tersebut meninggal dunia di Kantor Desa Amawang Kecamatan Sadaniang Kabupaten Mempawah, yang terjadi pada Minggu (26/3/2017) sekitar pukul 15.30 WIB.
MM merupakan warga Pontianak asal Kota Bandung. Ia menjadi korban Hoax terkait isu penculikan anak. Ka SPK Polres Mempawah bersama Kanit Reskrim, Kanit Intel dan anggota Sabhara sudah berusaha mengamankan korban, yang dijumpai dalam kondisi babak belur saat diamuk massa.
"Namun saat korban mau dievakuasi dibawa ke mobil patroli, massa makin beringas dan menerobos pintu tempat korban diamankan. Massa membabibuta mengeroyok korban dan akhirnya korban meninggal dunia lalu korban dibawa ke RS Rubini Mempawah," ujar Ipda Bambang, Ka SPK Polres Mempawah.
Hasil penyelidikan diperoleh informasi, bahwa korban sebetulnya sedang mencari alamat anak kandungnya yang sudah menikah dengan warga setempat, Ia bertujuan hendak mengunjungi cucunya.
Tetapi pada saat perjalanan, korban tidak tahu persis rumah anaknya tersebut, sehingga menimbulkan kecurigaan masyarakat setempat karena gerak gerik korban mencurigakan.
Masyarakat setempat yang telah dikompori isu penculikan anak, tanpa konfirmasi lagi, langsung bertindak sendiri anarkis dan membabi buta.
Hal ini menjadi perhatian serius jajaran Kepolisian, Kapolda Kalbar meminta warga masyarakat jangan mudah percaya hoax atau berita bohong, tidak sesuai fakta dan tanpa dasar yang disebarkan di media sosial, yang sengaja dihembuskan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.
"Hukum harus di Tegakkan, kita akan memproses siapapun yang bertindak melawan Hukum," tegas Kapolda.
Saat ini, begitu cepat pengaruh dunia maya dalam menyebarkan berita hoax dan terasa sangat sulit untuk dikontrol. Jika pada zaman dahulu, berita-berita hoax menyebar hanya terjadi melalui dari mulut ke mulut, dampaknya tidak terlalu signifikan. Namun saat ini, berkat kehadiran dan penyebaran internet di masyarakat, berita hoax gampang sekali disebarluaskan dan menjangkiti pola pikir kaum dunia maya (netizen).
Sekali klik, satu berita hoax bisa dijangkau ribuan bahkan jutaan pasang mata. Sekali dicopy-paste, netizen dari berbagai penjuru dunia dapat menyantap berita hoax tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/korban-divisum_20170326_210236.jpg)