Keluarkan Perdes, Larang Nikah Muda

Penerapannya sendiri cukup ketat, dengan memberikan denda sebesar Rp 2 juta terhadap para pelanggarnya....

Penulis: Madrosid | Editor: Mirna Tribun
TRIBUN PONTIANAK / ANESH VIDUKA
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Surya Chandra Surapaty,didampingi Kepala BKKBN Kalbar, Kusmana dan Bupati Kuburaya, Rusman Ali beserta sejumlah tokoh masyarakat disambut oleh duta mahasiswa Genre Kalbar pada acara Peluncuran Pelayanan KB Daerah Aliran Sungai (DAS) melalui kapal Bandong provinsi Kalimantan Barat di Dermaga Basarnas, Sui Durian Laut, Kubu Raya, Kalbar, Senin (20/3/2017). TRIBUN PONTIANAK / ANESH VIDUKA 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Suksesnya, Desa Mekarsari dalam melaksanakan program kampung KB tak terlepas dari upaya aparat desa untuk mendukung pelaksanaannya.

Sedari awal, aparat desa melalui Kades Mekarsari telah menurunkan peraturan desa (perdes) larangan terhadap pelaksanaan nikah pada pasangan usia dini.

"Perdes ini kita buat sekitar 7 bulan sebelum kampung KB ini dilaunching di tempat kami. Penerapannya sendiri cukup ketat, dengan memberikan denda sebesar Rp 2 juta terhadap para pelanggarnya," kata Kades Mekarsari, Basar, Senin (20/3/2017).

Ia katakan bahwa perdes ini sangat efektif sekali.

Sebab, semenjak adanya perdes tersebut tak ada masyarakat yang kedapatan melanggar perdes yang dibuat dan disepakati bersama.

"Alhamdulillah tak ada yang melanggar semuanya mentaati perdes ini. Hingga adanya launching kampung KB semakin menambah konsitensi masyarakat untuk mengatur jarak kelahiran anak," ungkapnya.

Basar tegaskan dalam penerapan kampung KB ini sendiri, sebelumnya disampaikan bahwa tak ada yang melarang bagi siapapun untuk memiliki anak sebanyak mungkin.

Asalkan mereka mampu dalam membentuk keluarga yang berkualitas.

"Keluarga yang berkualitas ini, juga tergantung terhadap perekonomiannya. Sebab, dengan terlalu banyaknya anak yang tak teratur tentu akan berpengaruh terhadap kesejahteraan hidup mereka," tuturnya.

Maka dari itulah adanya program KB ini memberikan solusi terbaik agar masyarakat bisa mengatur jarak kelahiran anak sebaik mungkin. Dan bisa membentuk keluarga yang sejahtera.

"Kami harap kesuksesan kami dalam melaksanakan program KB ini bisa menular ke yang lainnya. Karena dampaknya memang sangat nampak," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved