Kasus Prostitusi Mempawah

BREAKING NEWS: Segini Tarif Berhubungan Seks dengan Anak Bawah Umur di Mempawah

"RI ini sudah memesan cewek lewat FT dan WT di sebuah kafe di Sungai Pinyuh,"jelasnya.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Empat wanita (kanan) yang terlibat prostitusi saat diamankan disatu diantara hotel belum lama ini. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Pasca penggrebekan terhadap satu hotel di Sungai Pinyuh belum lama ini akhirnya mengungkap adanya bisnis prostitusi dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan anak dibawah umur.

Kapolres Mempawah AKBP Dedi Agustono S.Ik melalui Kasat Reskrim Polres Mempawah Iptu Idris Bakara menjelaskan awalnya empat wanita yang diduga terlibat bisnis prostitusi masing-masing dengan inisial FT (17), WT (18), NT (17) dan EL (18) diamankan Polres Mempawah dalam razia disebuah hotel di Mempawah.

Selain keempat wanita ini, pada saat razia Sabtu (11/3) juga diamankan 5 pasangan luar nikah namun sudah dikembalikan dengan membuat surat pernyataan.

Baca: Polres Mempawah Ungkap Prostitusi Anak Bawah Umur

Baca: Cara Dapatkan Layanan Seks Anak Bawah Umur di Mempawah

Dari pemeriksaan diketahui FT dan WT ini merupakan wanita berperan sebagai mucikari yang menawarkan jasa kepada pria hidung belang, sementara NT dan EL ini merupakan korban yang jasanya digunakan melayani pria hidung belang tersebut.

Tarif yang dipasangkan dalam bisnis ini juga cukup luar biasa dimana masing-masing 1 juta per orang baik untuk mucikari maupun pelayan pria hidung belang ini.

"Karena total uang yang dikasih waktu itu ada Rp 4,8 juta yang kita sita, dari keterangan mucikari ini, tarif yang diberikan ke korban ini masing-masing 1 juta, sisanya Rp 750 untuk tarif 3 kamar, namun dibayarkan Rp 800 ribu ke hotel,"jelasnya.

Saat ditangkap, korban NT dan EL ini memang belum sempat melayani pria hidung belang yang memesannya.

Namun diketahui seorang pria berinisial RI sudah memesan mereka. "RI ini sudah memesan cewek lewat FT dan WT di sebuah kafe di Sungai Pinyuh,"jelasnya.

Maka kemudian setelah harga deal dari RI dengan FT dan WT, maka kedua wanita ini lantas membooking kamar di hotel tersebut. Saat itu, NT dan EL juga sudah mendapatkan bagiannya masing-masing.

"Saat razia kita temukan FT, WT, NT dan EL di sebuah kamar,"jelasnya. Sementara pria hidung belang yang memesan dua wanita ini masih belum tiba di hotel.

Mirisnya satu di antara mucikari yang menjalankan bisnis ini FT ini diketahui merupakan siswa satu diantara sekolah tingkat SMA di Kabupaten Mempawah. Sementara ketiga lainnya sudah tidak sekolah lagi.

"Untuk FT dan WT ini statusnya waajib lapor, karena FT kebetulan masih sekolah dan bersangkutan mau UN,"jelasnya.

Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved