Menkominfo akan Hadiri Jeli Internetan Kalbar
Dia mengkhawatirkan berita-berita hoax terkait suku, ras, agama, dan antar-golongan (SARA) disebarkan, akan mengganggu stabilitas Kalbar.
Penulis: Dian Lestari | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Dian Lestari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, akan hadir di Pontianak untuk menghadiri rangkaian acara "Jeli Internetan" pada Minggu (19/3/2017) dan Senin (20/3).
Beberapa kegiatan digelar selama dua hari, di antaranya workshop "Menyikapi Hoax, Siar Kebencian & Radikalisasi", Ignition Technopreneur, Diskusi Stakeholder Informasi, Nobar Film Lentera Maya, Deklarasi Anti Hoax, serta seminar dan diskusi publik "Merawat Toleransi Hadapi Syiar Kebencian di Ranah Maya".
Kegiatan ini digagas Yayasan Suar Asa Khatulistiwa (SAKA), Information and Communication Technologies Watch (ICT WATCH), PSP2KP, Sejuk Kalbar, LPS-AIR, Lembaga Pers Mahasiswa Untan, dan Pontianak Digital Stream (PDS) yang dilaksanakan bersama Dinas Kominfo Kalbar dan Kementerian Kominfo.
Seluruh pihak yang terlibat, prihatin dengan kondisi dunia maya di Indonesia saat ini.
"Hoax kalau tidak diproteksi, akan jadi habit (kebiasaan). Merasa kurang kalau tidak membuat sensasi di dunia maya," kata Anthony Sebastian Runtu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalbar, pada rapat koordinasi, Minggu (12/03/2017).
Dia mengkhawatirkan berita-berita hoax terkait suku, ras, agama, dan antar-golongan (SARA) disebarkan, akan mengganggu stabilitas Kalbar.
"Berita SARA perlu diproteksi. Kalbar akan melaksanakan Pilgub. Sedangkan Pilgub di Jakarta ramai pro kontra di dunia maya. Kalau hoax isu SARA dibiarkan, khawatirnya generasi muda akan pakai cara apapun untuk menjegal lawan," kata Anthony.
Ditambahkan Ema Rahmaniah, Direktur PSP2KP, keprihatinan memuncak karena arus besar berita bohong, siar kebencian dan radikalisasi agama mengisi kanal-kanal informasi, khususnya media sosial yang semakin banyak menjadi rujukan informasi utama para penggunanya.
"Perseteruan ini menghadirkan gejolak sosial politik yang besar dalam kehidupan sehari-hari, warga dan terhadap pondasi bernegara-bangsa," kata Ema.
Kegiatan-kegiatan akan melibatkan peserta dari beragam kalangan.
Mulai dari mahasiswa, orangtua murid, anggota komunitas technopreneur, pemimpin redaksi media massa hingga stakeholder.
Harapannya agar berbagai kalangan bergerak bersama untuk memanfaatkan internet secara positif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/anthony-sebastian-runtu_20170313_231419.jpg)