Pengawal Raja Salman Tangkap Perempuan Asal Sumatera Utara, Isi Tasnya Mengejutkan
Pura Uluwatu yang berada di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, juga siap menyambut Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis Al-Saud.
Baca: Natasha Pasrah Saat Didatangi Pria Berpakaian Seperti Raja Salman
Menurut Made Sumarta, Puri Uluwatu dibangun tahun 1800-an dan menjadi bagian sangat penting bagi umat Hindu di Bali.
Pura tersebut juga digunakan untuk memuja pendeta Dang Hyang Nirartha, yang datang ke Bali pada akhir tahun 1550 dan mengakhiri perjalanan sucinya dengan moksa atau ngeluhur di daerah Uluwatu.
"Ngluhur" kemudian diambi menjadi nama pura yaitu Pura Luhur Uluwatu.
"Jika Raja Salman datang ke Uluwatu, beliau hanya diperkenankan di kawasan luar Pura Uluwatu karena di bagian dalam hanya untuk persembayangan. Hal ini juga berlaku untuk wisatawan lainnya," ungkap Sumarta.
"Waktu terbaik datang ke Uluwatu adalah siang menjelang sore," ucapnya.
Wisatawan di Pura Uluwatu bisa menyusuri jalan dan menikmati pemandangan tebing batu yang indah.
Ada juga hutan kecil yang disebut alas kekeran dengan ratusan monyet yang tinggal di dalamnya.
Jadwal kegiatan Raja Salman selama di Bali memang bisa berubah sewaktu-waktu.
Alasan perubahan jadwal di antaranya adalah faktor keamanan.
Namun, kemarin beredar kabar bahwa Raja Salman memperpanjang kunjungannya di Bali. Semula, Raja Salman dijadwalkan meninggalkan Bali pada 9 Maret.
Namun, ada kabar bahwa Raja Salman akan berada di Bali hingga 12 Maret.
General Manager PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) Area II, Heri Lukmanto mengatakan, sampai Senin siang, belum ada perubahan jadwal kunjungan Raja Salman di Bali.
Sebagaimana jadwal semula, Raja Salman akan meninggalkan Pulau Bali pada Kamis, 9 Maret 2017.
"Sampai saat ini kami belum mendapat informasi resmi soal perubahan jadwal Raja Salman dari Kementerian Luar Negeri. Sesuai jadwal semula Raja Salman dan rombongan pulang tanggal 9," kata Heri kepada Kompas.com.