Insan Olahraga Singkawang Kecewa dengan Dana Hibah
Pasalnya KONI Kota Singkawang hanya menerima dana hibah sebesar 300 juta yang dinilai tidak mencukupi.
Penulis: Try Juliansyah | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Insan olahraga Kota Singkawang merasa kecewa dengan keputusan walikota Singkawang, Nomor 400/20/KESRA/Tahun 2017 tentang penerima hibah dan bantuan sosial yang bersumber dari APBD 2017.
Pasalnya KONI Kota Singkawang hanya menerima dana hibah sebesar 300 juta yang dinilai tidak mencukupi.
Pasalnya 2018 akan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalbar, dan tentunya KONI Singkawang perlu melakukan TC. Belum lagi untuk pembinaan berupa kompetisi dan kejuaran daerah.
"Tentu kami kecewa, gimana mau menghadapi Porprov yang perlu juga kita lakukan tc. Untuk vitamin Atlet saja tidak akan cukup yang terdiri dari 28 cabang olahraga di Kota Singkawang," ujar Ketua KONI Singkawang terpilih, Lili Andry, Kamis (2/3/2017).
Baca: Bantuan Terhadap Penyandang Disabilitas Singkawang Andalkan Pemerintah Pusat
Diakui olehnya dana ini merupakan yang terkecil untuk pembiayaan olahraga di Kota Singkawang. Padahal menurutnya sebelumnya dana akan dihibahkan 1 miliyar untuk tahun 2017.
"Sebelumnya saat muskot ketua KONI sebelumnya Andy Syarif mengatakan dana KONI 2017, 1 miliyar. Tetapi ternyata setelah saya terpilih dana KONI hanya disetujui 300 juta, ini membuktikan pemerintah hanya memandang sebelah mata insan olahraga di Kota Singkawang ini," ungkapnya.
Ini juga menurut Lili sebagai hasil kepemimpinan ketua KONI sebelumnya yang tidak mampu menyerap anggaran yang ada. Sehingga olahraga di Kota Singkawang sulit untuk maju dan berkembang.
"Ini juga karena KONI sebelumnya tidak mampu menyerap anggaran pembinaan padahal di olahraga ini pembinaan harus rutin dan berkesinambungan. Jadi dana yang digunakan juga tidaklah sedikit bahkan cenderung kurang, jika memang ingin olahraga di Singkawang maju," katanya.
Ia berharap tentu Anggara ini bisa ditinjau ulang, karena Singkawang merupakan kota yang tentu perkembangan olahraganya perlu diperhatikan.
"Di Kalbar ini status kota ada di Pontianak dan Singkawang, tentu dalam hal olahraga juga harus bisa bersaing. Kami harap di perubahan ini bisa dipertimbangkan karena agenda KONI cukup padat yang memakan biaya tidak sedikit," tuturnya.
Sementara itu sekretaris Korwil IMI Singkawang, Samadi menilai dana yang diberikan tidaklah mencukupi. Karena pembinaan dalam setahun membutuhkan dana yang tidak sedikit.
"Jika dana itu hanya 300 juta maka pembagian untuk setiap cabor berkisar di 10 jutaan. Tentu itu tidak akan mencukupi, karena kami berharap ini dipertimbangkan paling tidak di perubahan nanti," katanya.
Tentu menurutnya KONI sebagai mitra pemerintah perlu juga diberikan perhatian. Sehingga pembinaan bisa lebih baik kedepannya, minimal bersaing dengan kabupaten/kota di Kalbar.
"Untuk memajukan olahraga tentu perlu komitmen juga dari pemerintah, karena KONI ini mitra pemerintah dalam pembinaan. Dimana pastinya ini juga berimbas pada pembinaan di setiap pengurus cabang olahraga," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ketua-koni-singkawang-terpilih-lili-andri_20170302_182052.jpg)