Cegah Gizi Buruk dengan Rutin Periksa Kesehatan Balita
Kita Liat kondisinya, bisa rawat jalan atau harus rawat inap, kalau kondisinya buruk tentu harus rawat inap.
Penulis: Try Juliansyah | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Penanganan kasus Gizi buruk pada anak memang dapat dilakukan dengan berbagai cara tergantung kondisi penderita. Hal ini diungkapkan oleh dokter anak RSUD Dr Abdul Aziz, dr Stevie Adi Susanto Sp. A kepada tribun, Selasa (28/2).
"Kita Liat kondisinya, bisa rawat jalan atau harus rawat inap, kalau kondisinya buruk tentu harus rawat inap. Kalau stabil bisa rawat jalan, tapi tata laksananya harus tetap komperhensif," ujarnya.
Karena menurutnya kondisi malnutrisi yang harus ditangani dengan serius untuk masa depan si anak.
"Masa depan anak basa ada di mereka, penangananya tergantung penyakit dasar dan kondisi. Tindakan awal bisa secara intensif dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit karena tidak bisa di rumah," tuturnya.
Baca: Perwakilan guru Agama se-Kota Singkawang Hearing Bersama Anggota DPRD
Penyebabnya juga diakuinya bersala dari berbagai hal, diantarabta Infeksi kronis atau pun penyakit lain seperti jantung. Karena itu penting menurutnya pernan orang tua untuk aktif menmmeriksa anaknya di pelayanan kesehatan terdekat.
"Salah asuhan dari orang tuanya juga bisa menyebabkan gizi buruk ini, Otomatis harus dilakukan pemberian nutrisi yang seimbang dengan konsultasi kepalayan kesehtan terdekat, jadi bisa dipantau. Apalagi di Era BPJS akses kesehatan semakin mudah," tutupnya.