Diskominfo Kalbar Kampanyekan Gerakan Antihoax

Ia mengakui menghilangkan hoax bukan perkara mudah. Alasannya, kata dia, masyarakat lebih percaya berita yang bombastis dan palsu.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Kepala Dinas Kominfo Kalbar, Anthony Sebastian Runtu saat menggelar pertemuan di Ruang Rapat Praja, Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak, Senin (20/2/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalbar, Anthony Sebastian Runtu mengatakan pihaknya akan mengkampanyekan gerakan antihoax.

Dikatakanbya, gerakan ini sebenarnya sudah dideklarasikan terlebih dahulu di tujuh kota besar. Di antaranya Jakarta dan Bandung.

"Pontianak akan dibuat. Paling lama bulan Maret sudah deklarasi," kata Anthony di Pontianak, Sabtu (25/2/2017).

Ia berharap pesan moral dalam gerakan ini dapat tersampaikan ke masyarakat. Masyarakat cerdas menyampaikan informasi yang benar.

Ia mengakui menghilangkan hoax bukan perkara mudah. Alasannya, kata dia, masyarakat lebih percaya berita yang bombastis dan palsu. "Masalahnya Bad News adalah Good News," kata dia.

Cara meminimalisir masalah ini menurut Anthony dengan melakukan kampanye antihoaks. Secara khusus akan melibatkan pelajar dan mahasiswa untuk kampanye antihoax.

"Bagaimana mengandeng mereka menjadi agen untuk menyampaikan ke masyarakat mengenai berita hoax," jelasnya.

Ia menilai berita hokas itu bisa dengan mudah dideteksi. Satu di antaranya yakni sumber berita tidak jelas. Berita itu berisi informasi tapi sulit mencari sumbernya dari mana. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved