Secub STIK Muhammadiyah Gelar Story Telling Competition
Lomba ini terdiri dari 3 babak yang pertama babak penyisihan ke 26 peserta membawakan cerita rakyat indonesia dengan durasi 7-10 menit.
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Listya Sekar Siwi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - STIK English Club (SECUB) satu diantara organisasi mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan muhammadiyah Pontianak menggelar kegiatan Story Telling Competition tingkat SMA/SMK/MA Se-Kalimantan Barat 2, di STIK Muhammadiyah Pontianak, 17-18 februari 2017 lalu.
Ini merupakan salah satu Agenda Program Kerja SECUB yang akan menjadi kegiatan tahunan.
Ketua Panitia, Nesya andita mengatakan kegiatan ini tujuannya untuk mengenalkan, menumbuhkan rasa cinta terhadap cerita rakyat Kalimantan Barat.
Karena banyak pemuda kalbar yang tidak banyak mengetahui tentang cerita daerahnya sendiri.
Juga sebagai media untuk improving english skill pemuda Kalbar.
"Pesertanya dari 12 sekolah, di kabupaten dan kota di Kalbar. Mulai dari kota Pontianak, Mempawah, Kubu Raya, Melawi dan Ketapang. Acara dibuka secara langsung oleh ketua STIK Muhammadiyah Pontianak Supriadi,” terangnya.
Lomba ini terdiri dari 3 babak yang pertama babak penyisihan ke 26 peserta membawakan cerita rakyat indonesia dengan durasi 7-10 menit.
Dari 26 dipilih 15 peserta terbaik untuk masuk ke babak semifinal.
Yang kedua babak semifinal ke 15 peserta membawakan salah 1 dari 5 cerita rakyat Kalbar yang telah dicabut undi oleh panitia.
Adapun cerita tersebut adalah Asal mula Pontianak, Raja Kodung dan Putri Banyu, Bujang Nadi Dare Nandung, Putri Dara Nante, dan Batu Ballah Batu Betangkup.
Dari 15 peserta dipilih 10 terbaik yang akan masuk ke babak final. Yang ketiga babak final diadakan pada tanggal 18 Februari.
"Babak final ini disebut Dreaming Story, peserta diberi tantangan untuk mengarang cerita secara spontan. Panitia menyiapkan property secara random kepada peserta dan seluruh peserta diberi waktu 15 menit untuk memilih property yang akan digunakan dan mengarang ceritanya," jelasnya.
Jurinya sendiri yaitu Emi Fitri Audina (Debater dan Story Teller, satu diantara participant SSEAYP), Dji Willy (Dosen Univ Tonggak Equator), Dini Haiti Zulfany(Dosen Universitas Tanjung Pura), Edwin Setiadi Raharja (Asisten Dosen Universitas Tanjungpura, musisi kalbar).
Keluar sebagai pemenang yaitu juara pertama Annisa A Aqilah dari SMAN 1 Pontianak, kedua Valencia Sandra yang juga dari SMAN 1 pontianak, ketiga Levina Putri Wijaya dari SMA Pangudi Luhur St. yohanes Ketapang, keempat Velinda Novitasari dari SMK Kristen Immanuel, dan kelima Andreas Dixiey dari SMA Pangudi Luhur St. yohanes Ketapang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/peserta-dan-panitia-story_20170220_151835.jpg)