Citizen Reporter
BEM IKIP PGRI Pontianak Belajar Ilmu Jurnalis di Tribun Pontianak
Kedatangan mahasiswa disambut baik oleh pihak Tribun Pontianak, dan Mahasiswa yang datang langsung dibawa keruangan pertemuan.
Penulis: Nasaruddin | Editor: Mirna Tribun
Citizen Reporter
Dira Noprianto, Staff Menlu BEM IKIP PGRI PONTIANAK
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IKIP PGRI Pontianak berkunjung ke Tribun Pontianak pada Sabtu (18/2/2017).
Kedatangan mahasiswa disambut baik oleh pihak Tribun Pontianak, dan Mahasiswa yang datang langsung dibawa keruangan pertemuan.
Stefanus Akim selaku Kordinator Liputan Tribun Pontianak langsung menjumpai mahasiswa di ruangan pertemuan guna menjelaskan tentang sejarah Tribun Pontianak dari awal berdirinya hingga sampai sekarang.
Mahasiswa yang tergabung dalam BEM IKIP PGRI Pontianak tampak serius mendengarkan penjelasan dari Korlip Tribun Pontianak.
Dira Noprianto selaku anggota BEM IKIP PGRI Pontianak menanyakan tentang bagaimana menulis berita yang baik.
”Saya sangat tertarik dengan dunia jurnalistik, saya juga sudah sering mengirim tulisan Koran-koran tapi sedikit sekali yang terbit, bagaimana menurut bapak cara penulisan berita yang baik” ujar mahasiswa asal Sambas tersebut.
Stefanus Akim menanggapi dengan baik pertanyaan dari mahasiswa tersebut.
”Hal yang terpenting dalam menulis berita adalah mempunyai fakta dan bukan opini selanjutnya berita harus yang *uptudate *dan harus memperhatikan unsur 5W + 1H dalam penulisannya “ ungkap alumni Mimbar Untan Tersebut.
Kunjungan yang dilakukan pukul 14.00 WIB tersebut sebagai bentuk program kerja menteri luar negeri BEM IKIP PGRI Pontianak sekaligus mengajak pihak Tribun Pontianak untuk bekerja sama meliput acara Dies Natalis IKIP PGRI Pontianak yang ke tiga pada Maret mendatang.
Korlip Tribun Tersebut menanggapi dengan positif dan menyetujui ajakan BEM IKIP PGRI Pontianak untuk kerja sama dalam acara Dies Natalis IKIP PGRI Pontianak.
”Pihak tribun bisa meliput kegiatan dies natalis tersebut yang terpenting jauh-jauh hari sudah dikirim surat permohonan terlebih dahulu agar tidak bentrok dengan kegiatan lain,”ujarnya.
Dalam kunjungan yang berlangsung selama satu jam beliau juga menceritakan tentang perjalanannya selama menjadi wartawan.
”Jadi wartawan itu ribet-ribet asik kadang-kadang tidak ingat dengan waktu biasanya ribet kalau sudah deadline, saya memulai karir saya menjadi wartawan sejak 2002 dan saya juga pernah bergabung dengan mimbar Untan,” ujarnya.
Setelah selesai menjelaskan tentang Tribun Pontianak dan pengalamannya selama menjadi wartawan Stefanus Akim mengajak mahasiswa melihat bagaimana proses pembuatan Koran dari mencari berita sampai sampai cara cetaknya, namun sayang mahsiswa yang bergabung dalam BEM IKIP PGRI Pontianak ini tidak beruntung karena tidak bisa melihat mesin pembuat Koran dikarenakan masih belum jam produksi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/perwakilan-bem-rema_20170218_204920.jpg)