Berita Video

Suasana Kunjungan Wabup Mempawah ke Balai Benih Ikan Toho

Selain karena peralatan yang seadanya, juga disebabkan pupuk yang kurang, terutama pupuk kandang yang sangat berguna sekali.

Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Rizky Zulham

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Kepala BBI Toho Sumardikun mengatakan balai benih ikan (BBI) lokal Toho mulai dibangun tahun 2002 dengan menggunakan dana DAK.

"Kemudian mulai menghasilkan benih dari bulan 2005 dengan komoditas nila,"ujarnya.

Hasil tersebut dicapai dengan keadaan sangat minim sekali, karena kolam yang masih banyak batu, banyak kolam yang porousitas tinggi, tidak subur, dan induk yang seadanya.

Lantas dengan kondisi demikian diadakan kegiatan yang bertujuan untuk memperbaiki lahan, dengan menggunakan peralatan seadanya dengan cangkul, karena pada tahun 2005-2007 belum ada pengadaan hand tractor, sehingga hasil memperbaiki lahan tidak berdampak signifikan terhadap kolam.

"Selain karena peralatan yang seadanya, juga disebabkan pupuk yang kurang, terutama pupuk kandang yang sangat berguna sekali dalam memperbaiki kolam yang kondisinya seperti ada di BBI Toho,"jelasnya.

Setelah adanya traktor baru ada perbaikan lahan sedikit demi sedikit semakin membaik namun memerlukan rentang yang lama karena kolam tidak hanya sekali diolaha dengan traktor lansung bagus kondisinya.

"Namun memerlukan 7-8 kali pengolahan kolam dengan traktor baru bisa dikategorikan layak menurut teknis,"jelasnya.

Kemudian kaitan pengadaan induk ada penambahan namun tidak bisa dimanfaatkan seluruhnya.

"Ini karena kolam untuk pendederan tidak cukup, banyak induk tidak matang gonad karena kurang asupan makanan, serta kebutuhan benih ikan dipasaran bagi ikan -ikan tertentu yang tergantung musiman.

Sementara itu, Kepala Balai Benih Ikan Sentral Anjongan, Donatus mengatakan mengatakan merupakan kewajiban mereka dalam membina terutama dalam kaitan teknis.

"Tentu membina BBI lokal, terakhir kita melakukan peningkatan kemampuan teknis,"ujarnya.

Bahkan kaitan teknologi bidang budidaya, kemudian tupoksi menyiapkan bibit unggul. Kemudian untuk bibit unggul pihaknya siap berapapun yang dibutuhkan. "Sampai sekarang tidak pernah kurang, itu sumber PAD kita di Provinsi,"jelasnya.

Namun dikatakannya kemudian dari benih yang diharapkan memproduksi benih dari UPR dan BBI lokal.

Lantas dikatakannya, untuk BBI lokal Toho ini memiliki sumber air yang sangat melimpah.

"Sebanyak-banyaknya BBI saya lihat, BBI Toho ini sumber air, luas wilayahnya, kemampuan teknis juga,"jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved