Peserta Gege Meimei Dikarantina Delapan Bulan, Ini Penjelasan Panitia
Pada dasarnya kita untuk mencari kader baru melanjutkan estafet kepengurusan Yayasan Gege Meimei Indonesia
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satu diantara panitia Gege Meimei 2017, Angelia Kholesta (22) yang juga merupakan pemenang Meimei Kalbar 2014 mengatakan, Gege Meimei sudah ada sejak 2010, dan sampai 2017 sudah keangkatan delapan dan pemenangnya mendapatkan beasiswa dari Universitas Bunda Mulia Jakarta.
"Pada dasarnya kita untuk mencari kader baru melanjutkan estafet kepengurusan Yayasan Gege Meimei Indonesia, yang ada di yayasan tersebut adalah para alumni dari Gege Meimei, wajib melakukan progja selama satu tahun di kepengurusan, Yayasan sendiri seperti yayasan yang ada, ada ADRT dan legalitas hukum," ujarnya, Jumat (10/02/2017)
Menurutnya para peserta Gege Meimei sudah di karantina sekitar 8 bulan dan diaudisi di 12 Kabupaten/Kota. Dalam karantina, Angelia mengatakan lebih menekankan mereka ikut kompetisi Gege Meimei kalau mereka ingin masuk berarti mereka ingin berubah menjadi lebih baik.
"Saat dikarantina mereka juga diajarkan hidup susah, tidak ada yang membedakan jadi yang kaya maupun miskin disama ratakan, dan di hidup serba keterbatasan," tuturnya.
Menurutnya Ajang pencarian bakat Gege Meimei Kalbar 2017 digelar dalam rangka memperingati Cap Go Meh Festival 2568, Malam Bakat dan Malam Penghargaan Gege Meimei 2017 bertemakan “A Celebration of Lights and Life”.
Ia mengatakan Gege Meimei Pontianak 2017 digelar selama 2 hari, pada 9 dan 10 Februari 2017. Hari pertama merupakan Malam Bakat dimana para finalis menampilkan bakat dan keterampilan.
Finalis Gege Meimei 2017 juga turut berpartisipasi dalam parade dan tarian tradisional bersama, tidak ketinggalan juga, penampilan tarian dari SF Pontianak dan KKR.
Acara Gege Meimei 2017 berlanjut pada hari kedua dimana para finalis melakukan sesi tanya jawab dengan 6 juri yaitu;
Direktur Pemasaran dan Pengembangan UBM, Danny Johannes, Ketua Komisi A DPRD Kota Pontianak, Yandi, Ketua Yayasan Gege Meimei Indonesia dan Pemenang Meimei 2014, Angelia Kholesta, dan Gege Wakil I 2014, Yang Yang Liu, dan Gege 2012 Ronny Tendean.
Malam Bakat Gege Meimei 2017 dimeriahkan oleh berbagai penampilan acara yaitu, parade, flash mob, tarian, teatrikal, dan fashion dance dari para Finalis Gege Meimei Kalimantan Barat 2017.
Acara juga dimeriahkan oleh Parade Cheongsam Kreasi dan tentu saja Barongsai dalam rangka memperingati Cap Go Meh Festival 2568.
Dari 15 pasangan finalis, akan dipilih menjadi 7 pasang untuk masuk ke babak semi final. Ketujuh pasang tersebut akan masuk ke dalam sesi tanya jawab berikutnya. Di puncak acara akan diumumkan The Next Gege Meimei Kalbar 2017.
Para pemenang mendapatkan hadiah dan banyak kesempatan untuk berkarya dalam ajang nasional maupun internasional. UBM sebagai universitas yang menjunjung keberhasilan berprestasi akademik maupun non-akademik, memberikan peluang bagi para pemenang untuk mengenyam pendidikan setinggi mungkin.
UBM turut mendukung acara Gege Meimei Kal-Bar 2017 dan merupakan ke-6 kalinya UBM menjadi bagian dalam kegiatan ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/angelia-kholesta_20170210_235950.jpg)