Aktivis Lingkungan Sayangkan Pengawasan Masyarakat dan Aparat Desa Lemah

Hal ini tentu akan berdampak buruk terhadap perkembangan sang anak, yang cita-citanya masih sangat panjang,

Tayang:
Penulis: Muhammad Fauzi | Editor: Jamadin
net
Ilustrasi prostitusi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Muhammad Fauzi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA  – Aktivis lingkungan dan Pemuda Kayong Utara, Juminggu menyayangkan lemahnya pengawasan masyarakat dan aparat desa setempat, terkait adanya kace yang menyediakan jasa seks yang masih bawah umur.

Menurut Juminggu mempekerjakan anak dibawah umur di dalam bisnis portitusi tentu sangat melanggar hukum, dan akan berdampak pada perkembangan sang anak, bersosialisasi masyarakat.

“Seharunya masyarakat, Desa setempat yang memang jangkauannya lebih dekat harus segera ambil tindakan, karena kalau memang aktivitas portitusi ini sudah lama maka bisa dikatakan pembiaran. Hal ini tentu akan berdampak buruk terhadap perkembangan sang anak, yang cita-citanya masih sangat panjang,”terang Juminggu.

Dirinya mengapresiasi pihak Kepolisian Polres Kayong Utara yang sudah beberapa kali melakukan tindakan tegas ke beberapa kasus yang ada di Kayong Utara, hal ini tentu menurutnya sebagai tindakan nyata Kepolisian untuk memberantas penyakit masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi ketegasan pihak Kepolisian, yang mana sejak berdirinya Polres sudah beberapa kasus yang ditangani Polres, kemarin Sabu, di Simpang Hilir, Judi, sekarang portitusi anak di bawah umur. Bagaimana nasib anak ini kalau dibiarkan,“ tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved