Imlek 2568
Refleksi Imlek, Daniel Johan Harap Masyarakat Semakin Kuat Berdialog
“Melalui refleksi Imlek tahun ayam ini PKB berharap masyarakat semakin kuat melakukan dialog,” tuturnya.
Penulis: Rizky Zulham | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Perayaan Imlek 2017 DPP PKB dihadiri oleh Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar beserta Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Mendes PDTT Eko Putro Sanjojo, Menpora Imam Nahrowi, Kepala BKPM Tom Lembong, Ketua Umum PSMTI David Herman Jaya dan tokoh-tokoh Tionghoa, di Gedung DPP PKB Jakarta, Rabu (25/1/2017).
“Imlek tentu menjadi moment penting untuk masyarakat Tionghoa sebagaiman sahabat muslim menyambut Idul Fitri,” ujar Wasekjen DPP PKB Daniel Johan.
Sebagaimana tema refleksi Imlek 2017 yaitu Meneguhkan Politik Kebangsaan, Bersama Membangun Indonesia menandakan PKB PKB merasa dekat dari sejarah.
Berdasarkan penanggalan lunar, 2017 disebut sebagai tahun Ayam Api.
Baca: CGH Singkawang Juga Dihadiri Menteri-menteri, Habiskan Berapa Anggaran Ya?
Ayam jago merupakan simbol astrologi untuk tahun ini.
Sehingga karakter tahun ini diperkirakan masih diwarnai dengan pertarungan sebagaimana karakteristik seekor ayam jago yang saling membusungkan dada dan gemar bertarung memenangkan egonya.
“Melalui refleksi Imlek tahun ayam ini PKB berharap masyarakat semakin kuat melakukan dialog,” tuturnya.
Untuk itu di tahun Ayam Api ini, PKB mengajak kepada segenap warga untuk sama-sama melakukan pengendalian diri, senantiasa menampilkan politik yang santun, sama-sama menjaga kondisi sosial yang penuh kebersamaan, dan tetap memperkuat persaudaraan dan solidaritas sesama anak bangsa.
“Kerjasama berjuang bersama PKB dalam mengatasi segala persoalan bangsa dan memajukan Indonesia,” pesannya.
Terlebih pada 2017 ini juga berlangsung Pilkada secara serentak. Kontestasi politik di tingkat daerah yang dilakukan secara serentak, ikut mendorong politik nasional menjadi menghangat, khususnya ekses dari Pilkada DKI Jakarta.
Untuk itu, ia berharap politik dalam merebut kekuasaan ini jangan sampai memecah-belah persatuan, persaudaraan, dan kebhinekaan yang selama ini sudah terbangun dengan baik.
PKB senantiasa mendorong berkembangnya politik kebangsaan, yang menempatkan kepentingan rakyat sebagai yang utama, hasil kerja di atas pencitraan, dan kemanusiaan di atas kekuasaan.
Politik kebangsaan harus berorientasi pada kepentingan setiap warga negaranya, bukan kepentingan sekelompok orang se-partai, se-suku, dan atau se-agama. Kita bisa belajar banyak dari Gus Dur, Presiden ke-4 Republik Indonesia, mengenai hal ini.
Politik seharusnya mampu memberikan kepastian kesetaraan bagi setiap anak bangsa, memberi perlindungan terhadap semua agama yang ada, menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, merawat rasionalitas dan budi pekerti, anak-anak generasi yang akan datang sebagaimana menjaga juga para lanjut usia, membebaskan dan mencerahkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/daniel-johan_20170126_164524.jpg)