Opini

In Memorium, Selamat Jalan Pak Darto!

Sekitar sebulan lalu, saya bersama rekan sejawat Juniar Purba dan Poltak Johansen, bersama merayakan ulangtahun Pak Darto, 83 tahun.

Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HAMDAN DARSANI
Suasana pemakaman Pemerhati Sejarah Kalbar sekaligus Tokoh Pendidik Kalbar Soedarto. Almarhum diketahui meninggal sekitar pukul 07.00 WIB di kediamanya Jalan Selayar Kota Baru, Senin (25/1/2017). 

Oleh: Syafaruddin Usman MHD

Masih segar dalam ingatan. Masih terngiang dipendengaran. Begitulah pertemuan, percakapan, dan perjumpaan yang ternyata yang terakhir kali, antara saya dan Pak Darto.

Innalillahi waina Ilaihirajiun ... Pak Darto dengan lapang dan tenang menghembuskan napas yang terakhir.

Sejak muda menyendiri, dan diakhir hayatnya pun ditempuh dengan kesendirian.

Namun, tak sedikit kebaikan yang menemani, mengantarkan serta mengiringi kepergiannya.

Sejarawan, tokoh pendidik, sang guru yang bersahaja ini wafat dalam usia 83 tahun, setelah detak terakhir jantung kehidupannya tak lagi diteruskan, Rabu, 25 Januari sekitar pukul 5.

Pak Darto, meninggal dunia tanpa sakit yang diderita di usia senjanya. Karenanya, wajar bila tak sedikit mantan anak didiknya yang kini sudah banyak yang "jadi orang" melampaui sang guru, melepas dan mengantar keberangkatannya ke ala barzah.

Sekitar sebulan lalu, saya bersama rekan sejawat Juniar Purba dan Poltak Johansen, bersama merayakan ulangtahun Pak Darto, 83 tahun.

Tak ada tiup lilin, tak juga tepuk riuh, kecuali doa dan peluk cium hangat kami bertiga untuknya.

Seketika itu, mata orangtua yang santun bertutur dan ramah berbicara itu berkaca-kaca.

Terngiang dipendengaran saya kini, ketika itu Pak Darto yang kini sudah tiada di tengah-tengah kami berkata: Terima kasih anak-anakku, ini untuk pertamakalinya saya merayakan ulang tahun, seumur saya 83 tahun, tidak pernah saya lakukan.

Bu Juniar, jangan doakan saya panjang umur, tapi doakan, semoga diusia saya yang sekarang ini hidup saya tetap bermanfaat untuk semua orang.

Itulah ungkapan lirih dengan tulus ikhlas yang diucapkan pria yang hingga akhir hayatnya tetap sendiri ini.

Saya tertegun, terkesima, tak berkata apa-apa ketika itu, kecuali mengucapkan rasa syukur atas karunia Nya untuk sang pendidik kawakan ini.

Maka cukup mengagetkan buat saya, ketika pagi hari Rabu, 25 Januari saya mendapat kiriman pesan WA dari kolega saya yang mengabarkan Pak Darto telah tiada.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved