Metode Trichoderma, Harus Disosialisasikan Pada Masyarakat

Penguatan kelembagaan pertanian dilevel desa secara kontinu disuluh dengan memanfaatkan sumber daya manusia desa dan dana desa minimal 5 persen....

TRIBUNFILE/IST
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura, Gusti Hardiansyah mengatakan pertemuan-pertemuan yang dilakukan dalam penanganan pencegahan Karhutla seperti hari ini yang dilakukan presiden sangat efektif jika di sosialisasi pada masyarakat dan media massa sehingga dimengerti dan bukan hanya seremonial saja.

Metode trichoderma yang dikembangkan Pemprov Kalbar dalam pencegahan Karhutla pada prinsipnya mempercepat dekomposisi atau pembusukan dari 1 tahun menjadi separuhnya yakni 6 bulan.

Ini juga efisien dan perlu terus dikampanyekan.

Metode Zero Burning dengan memanfaatkan teknologi mekanisasi lahan secara bersamaan juga dilakukan.

Penguatan kelembagaan pertanian dilevel desa secara kontinu disuluh dengan memanfaatkan sumber daya manusia desa dan dana desa minimal 5 persen misalnya.

Penekan saat ini yang terpenting adalah fungsi monitoring and control serta diperkuat dengan law enforcement yan masih suka membakar ditegaskan hukum tanpa tebang pilih.

Pemprov bersama SKPD yang baru sesuai UU nomor 32, wajib membentuk UPT ditingkat tapak sehingga lembaga dan SDM yang memonitor jelas dan bermitra dengan Polda, Tni, Swasta, NGO atau akademisi yang fokus terhadap pemberantasan Karhutla dan ujungnya membawa Kalbar tidak ekspor asap lagi.

Kemudian Pemprov juga harus terus menerus memberikan para petani harus subsidi, pelatihan dan penyuluhan.

Subsidi misalnya para petani diberikan bantuan pinjaman lunak.

Bisa pula pembiayaan yang ramah terhadap lingkungan.

Para petani juga diberikan pelatihan dan penyuluhan tentang bagaimana bertani yang modern dan ramah lingkungan tanpa bakar.

Namun hal ini perlu dilakukan secara terus menerus dan intensif sehingga lebih fokus.

Mulai dari pengolahan tanah, pemupukan hingga panen dan pasca panen. Jadi masyarakat terjamin dan supaya tidak membakar lagi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved