Berita Video

SMA Muhammadiyah 1 Pontianak Lawatan Sejarah ke Mempawah dan Singkawang

Cara yang dilakukan dengan menyambangi situs-situs sejarah yang ada di Kalbar, seperti Kabupaten Mempawah dan Singkawang.

Tayang:
Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Rizky Zulham

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Ratusan Siswa SMA Muhammadiyah 1 Pontianak lakukan lawatan sejarah di Kabupaten Mempawah dan Kota Singkawang. Senin (16/1/2017)

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Pontianak Deni Hamdani mengatakan tujuan digelarnya kegiatan ini untuk menumbuhkan kesadaran dan pengetahuan sejarah lokal terhadap siswa.

Cara yang dilakukan dengan menyambangi situs-situs sejarah yang ada di Kalbar, seperti Kabupaten Mempawah dan Singkawang.

"Kami ingin para siswa kami dapat memahami seperti apa sejarah yang ada dikalbar. Agar terpupuk jiwa nasionalisme dan patriotik," ujarnya sesaat setelah melepas peserta di halaman SMA Muhammadiyah 1 Pontianak.

Pada kegiatan lawatan sejarah tersebut, Panitia juga menggandeng Komunitas Wisata Sejarah (Kuwas Pontianak) untuk ikut memandu para peserta dalam menjelejah situs bersejerah di Mempawah dan Singkawang.

Baca: Cara Memperoleh Ijazah Paket C Yang Belum Keluar

Sementara itu, Ketua Panitia Lawatan Sejarah SMA Muhammadiyah 1 Pontianak Solihin mengatakan kegiatan lawatan sejarah di Mempawah dan Singkawang merupakan kegiatan lanjutan.

Pada semester sebelumnya, para siswa tersebut telah menjelajah situs-situs bersejerah di wilayah Kota Pontianak.

"Pada semester sebelumnya siswa-siswi sudah mendatangi situs sejarah di Kota Pontianak. Seperti Istans Kadriah, Komplek Kota Kolonial di Pontianak serta beberapa situs lainya," ujarnya

Harapan besarnya, dikatakan solihin yang juga sebagai guru sejarah dapat menangkal paham komunis yang mulai sering terdengar. Disamping itu, pentingnya bagi siswa untuk belajar dan paham bahwa di wilayah kalbar terdapat situs sejarah yang tak kalah pentinya untuk di ketahui.

"Tidak hanya berkunjung disitus sejarah. Para siswa nanti akan dibebankan untuk menulis laporan dari tempat bersejarah yang di kunjungi," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved