Korban Trafficking
BREAKING NEWS: Beginilah Perjalanan Hidup La Hingga Jadi PSK di Malaysia
Dari Pontianak ke Sibu, La diantar Ac menggunakan kendaraan pribadinya melalui Entikong, pada 17 November 2016.
Penulis: Nasaruddin | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUCHING - Berasal dari keluarga broken home, La berangkat dari kampungnya menuju Pontianak, Oktober lalu untuk mencari pekerjaan.
Di kota khatulistiwa dirinya bertemu Be yang kemudian memberitahukan pekerjaan sebagai PSK di Sibu.
Kelahiran 15 Mei 1995 ini, setuju dan menerima tawaran tersebut.
Dirinya kemudian membuat paspor di Pontianak.
Dari Pontianak ke Sibu, La diantar Ac menggunakan kendaraan pribadinya melalui Entikong, pada 17 November 2016.
Baca: BREAKING NEWS: Ra Jadi PSK, Ibu Kandungnya Sendiri yang Mencarikan Pekerjaan itu
Baca: BREAKING NEWS: Pada Hari Libur, DE Layani Delapan Pria Hidung Belang Tiap Hari
Sehari berikutnya mereka tiba di Sibu, langsung menuju hotel G dan menyewa kamar menggunakan uang pribadi.
Menginap di hotel G selama tiga hari, La sekaligus mencari pelanggan di hotel tersebut.
Setelah itu La bertemu It dan tinggal bersama It di rumah sewa.
La kemudian bekerja di hotel S dengan setiap harinya melayani empat hingga lima orang pelanggan dan enam hingga tujuh orang per hari pada hari libur.
Belum satu bulan bekerja di hotel S sebagai PSK, La mampu mengirim uang ke ibunya di Indonesia sebesar RM1,000 senilai Rp 2.976.000.
Ibunya tahu dia bekerja di Malaysia namun tak tahu jenis pekerjaannya.
Menurut La yang disampaikan ke pihak KJRI Kuching, ibunya membuka warung kecil untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ada empat saudara La yang menjadi tanggungan ibunya yang bercerai dengan suami keduanya.