95 Persen Pasien RSUD Kota Pontianak Merupakan Peserta BPJS
Hanya kita peralatan belum lengkap, sehingga yang berobat ke sana harus mengeluarkan biaya ekstra untuk melakukan kegiatan yang lain.
Penulis: Syahroni | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengatakan ke depan rumah sakit swasta juga akan bekerja sama dengan BPJS.
Bahkan ia juga menuturkan kalau tidak salah setahu dirinya pembayarannya lebih tinggi dari rumah sakit milik pemerintah.
Selain itu Wali Kota Dua Periode ini menuturkan jika itu tidak signifikan dan ia juga sempat mendengar, akan ada rumah sakit yang membangun gedung khusus untuk pasien BPJS.
Untuk saar ini menurut Wali Kota Pontinak, RSUD Kota Pontianak berusaha memberikan yang terbaik bagi pasiennya. Karena diakuinya 95 persen merupakan pasien BPJS.
Baca: Sutarmidji Fokus Bangun IPM Kota Pontianak
“Nah, yang kewalahan itukan rumah sakit kota, itu 95 persen BPJS. Hanya kita peralatan belum lengkap, sehingga yang berobat ke sana harus mengeluarkan biaya ekstra untuk melakukan kegiatan yang lain. Bahkan aturan BPJS juga, pasien misalnya penyakit tertentu dia harus untuk obatnya saja supaya BPJS bisa nanggung dia harus ke RS tertentu,” katanya, Rabu (11/1/2017).
Diakui Midji, memang pemerintah mau tidak mau harus memperbaiki layanan Puskesmas, pelayanan RS daerah masing-masing.
Kalau Puskesmas tidak diperbaiki, masyarakat nanti mau diatur bagaimanapun dia akan lari ke RS,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/sutarmidji_20161206_184129.jpg)