Pengamat: Perombakan Pejabat Harusnya Wajah Baru

Karena dibirokrasi ini berbeda dengan di perguruan tinggi, jika tidak menjabat bisa jadi dosen biasa.

Penulis: Madrosid | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI
Bupati Kubu Raya, Rusman Ali saat bersalaman dengan 626 pejabat struktural eselon II, III dan eselon IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, usai dilantik dan diambil sumpah (janji) jabatan di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Jalan Supadio, Kubu Raya, Jumat (6/1/2017) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid

TRUBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Pengamat Pemerintahan Dosen Untan
AB Tandiling, mengatakan dalam penempatan pejabat pada posisi jabatan struktur, banyak pertimbangan yang dilakukan pihak pemerintah atau baperjakat.

"Kemungkinannya pertama pejabat lama itu memenuhi persyaratan dari segi kepangkatan, mungkin juga dianggap sudah berpengalaman, lantas dari kerjasama sudah dianggap mapan dengan pejabat-pejabat diatasnya. Hal ini yang jadi pertimbangan," jelasnya.

Namun bagaimanapun dalam hal perombakan, mestinya jangan orang-orang itu saja, mungkin perlu ada penyegaran personel di masing-masing jabatan.

Tapi dalam sistem birokrasi sifatnya struktural menaik, sepanjang masih punya peluang akan tetap diambil.

"Minimal digeser atau ditukar akan lebih etis sifatnya. Karena dibirokrasi ini berbeda dengan di perguruan tinggi, jika tidak menjabat bisa jadi dosen biasa. Tapi kalau briokrasi jika sudah diberhentikan dari jabatannya seperti kepala dinas, itu akan sangat nampak itu dibuang," tambahnya.

Tapi yang namanya perombakan atau penyegaran ini, memang seharusnya bisa diposisikan orang-orang baru.

Agar bisa mendongkrak kinerja. Jika kejadiannya tetap posisinya orang-orang lama disitu, tentu kesannya tidak objektif proses yang dilakukan apakah itu baperkjakat atau siapapun.

Sulitnya dalam hal ini sistem kepangkatan ini tidak bisa dilakukan tindakan yang manuver. Kecuali ada kesealahan fatal, sepanjang itu hanya penilaian dari kepangkatan tentu sulit untuk merubahnya. "Untuk etisnya dalam perombakan memang baiknya digeser," tansasnya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved