Danlanud Minta Prajurit Pegang Teguh Sapta Marga

Penerapan Sapta Marga Delapan Wajib dan Sumpah akan menghantarkan kita sebagai prajurit yang mampu, prajurit tangguh dalam mempertahankan NKRI

Penulis: Madrosid | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/MADROSID
Pelaksanaan upacara bendera TNI AU di Main Apron Lanud Supadio, Senin (9/1/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Danlanud Supadio Marsma TNI Minggit Tribowo meminta parajurit TNI AU untuk berpegang teguh melaksanakan Sapta Marga Delapan Wajib  dan sumpah prajurit TNI AU saat melaksanakan upacara bendera di Main Apron Lanud Supadio , Senin, (9/1/2017),

"Ini terkait dengan kejadian-kejadian yang belakangan ini terjadi di lingkungan TNI khususnya TNI Angkatan Udara," kata Tribowo.

Upacara yang dipimpin langsung Komandan Lanud Supadio  diikuti Komandan Wing 7 Lanud Supadio Kolonel Pnb Prasetiya Halim, para Kepala Dinas, para Perwira, Bintara dan Tamtama serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) dijajaran Lanud Supadio, Skadron Udara 1, Skadron Udara 51, Batalyon 465 Paskhas dan Denhanud 473 Paskhas berlangsung khidmat.

“Sebagai anggota prajurit yang berpegang teguh pada Sapta Marga, Delapan Wajib  dan Sumpah Prajurit hendaknya dalam bertindak dan berperilaku harus sesuai dengan pedoman tersebut. Dan selaku prajurit kehidupan kita sudah ada aturan-aturan atau rambu-rambu yang wajib ditaati bila melanggar tentu ada konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan,” jelas Danlanud.

Ia meminta selaku anggota TNI harus disiplin dan loyal kepada pimpinan dan sebaliknya menjadi pemimpin haruslah dapat mengayomi anak buahnya sehingga terjalin ikatan kekeluargaan yang kuat antara atasan dan bawahan.

"Penerapan Sapta Marga Delapan Wajib dan Sumpah akan menghantarkan kita sebagai prajurit yang mampu, prajurit tangguh dalam mempertahankan NKRI," ungkapnya.

Ia juga mengupas masalah potensi bahaya kebakaran di area pontianak. dlDiwilayah Pontianak intensitas hujan akhir-akhir ini menurun sehingga suhu udara cukup panas. Oleh karenanya  diharapkan kepada seluruh anggota untuk tidak membakar sampah sembarangan dan apabila membakar sampah tentunya harus ditunggui sampai api tersebut benar-benar padam.    

“Untuk instalasi listrik dirumah dinas maupun non dinas haruslah diperhatikan bagi penghuninya.  Janganlah menggunakan steker listrik yang berlebihan karena dapat menyebabkan korsleting listrik yang berdampak pada kebakaran.  Apabila ada instalasi listrik yang mengalami gangguan segera lapor kepada instasi yang berwenang dan jangan sekali-kali membiarkannya,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved