Pemprov Kalbar Segera Bangun Pelabuhan Perikanan dan Keamanan di Sambas

Kalau sekarangkan kapalnya ada di Pontianak, jauh, mereka main-main di sana, itu pemikiran saya

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/RIDHOINO KRISRO SEBASTIANUS MELANO
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalbar, Gatot Rudiyono saat diwawancarai awak media usai Forum Koordinasi Bakamla RI dengan tema peran Bakamla dalam pengelolaan keamanan dan keselamatan maritim secara terintegrasi dengan mengedepankan doktrin law enforcement di Hotel Mercure, Jalan Ahmad Yani Pontianak, Kamis (24/11). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK  - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar, , Gatot Rudiyono menyatakan keseriusannya berjuang untuk membuat pelabuhan perikanan di daerah perbatasan tepatnya di Sambas Utara, Temajuk, Paloh.

"Kalau di situ kita jadikan pelabuhan perikanan, kita sediakan dermaga khusus buat kapalnya," katanya, Senin (2/1/2017),

Selain sebagai pelabuhan menurut Gatot, juga sebagai pelabuhan keamanan. Pemerintah akan menyediakan dermaga khusus untuk kapal angkatan laut menjaga perairan laut Indonesia di daerah Perbatasan.

Kalau kapal-kapal angkatan laut sudah nangkring di situ, sekarang siapa yang berani melintas sembarangan di perairan laut Indonesia.

"Kalau sekarangkan kapalnya ada di Pontianak, jauh, mereka main-main di sana, itu pemikiran saya," ungkap Gatot.

Rencana pembangunan pelabuhan itu kata Gatot, sesuai ide dan usulan daripada mereka. Pemerintah Provinsi Kalbar sudah menyelesaikan beberapa hal seperti perangakt lunaknya mulai dari rincian anggaran, Amdal dan lain sebagainya menggunakan APBD Kalbar.

Tinggal sekarang berupa fisiknya dengan mengajukan permohonan anggaran ke pusat. Namun di pusat masih konsentrasi di Natuna, tetapi ia percaya pasti nanti akan ke sana pembangunannya.

"Surat dari gubernur sudah 2013 lalu. Kita semua sudah clear dan tidak ada masalah di sana," jelasnya.

Seiring dengan kebijakan Presiden nomor 9 berkaitan dengan industrialisasi perikanan, apa pun juga dibutuhkan pelabuhan perikanan.

Berbicara industrialisasi perikanan, menurut Gatot pembangunan pelabuhan di sana sudah mendesak. Tetapi sekali lagi tergantung dengan kondisi keuangan negara.

"Untuk penganggaran kami serahkan ke pusat, karena saya sudah sampaikan ke menteri keuangan. Saya kira itu ada skala prioritas yang disampaikan dari kebijakan itu," ungkapnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved