Dinas Pertanian Landak Akui Cetak Sawah 2016 Belum Sempurna
Selain itu pihaknya juga melakukan pengawasan internal, seperti yang dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten, Provinsi dan pusat.
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Kepala Dinas Pertanian Landak, Vinsensius mengatakan, program cetak sawah tahun 2016 di Kabupaten Landak sudah selesai dilaksanakan.
Namun hasil cetak sawah tersebut masih dianggap belum sempurna.
"Kalau dinyatakan sempurna, hasil cetak sawah ini memang belum sempurna. Sebab cetak sawah yang berkualitas baik tidak hanya land clearing dan land reffil, tapi perlu ada pekerjaan irigasi, pematangan lahan dan lain-lain," ujar Vinsen pada Senin (2/1/2017).
Lanjutnya lagi, pekerjaan cetak sawah tersebut sudah melalui proses mekanisme yang dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksaanaan dan evaluasi. Karena itu sistem administrasi di Negara Indonesia.
"Semuanya itu sudah kita laksanakan, kalau dalam pelaksanaan hasil evaluasi ada perbaikan-perbaikan itu wajar. Pelaksanaan cetak sawah tahun 2016 ini fisiknya tidak ada masalah, sesuai dengan konsel juklak dan juknis," jelasnya.
Vinsen juga menuturkan, pekerjaan utama dalam proses cetak sawah yakni, land clearing dan land refill.
Selain itu pihaknya juga melakukan pengawasan internal, seperti yang dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten, Provinsi dan pusat.
"Apalagi pekerjaan cetak sawah ini merupakan konsep kemitraan, yaitu antara Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian RI dengan TNI. Pekerjaan fisiknya juga pun memakai manajemen dari pihak TNI," ungkapnya.
Diakuinya bahwa pihak-pihak yang bermitra untuk pekerjaan cetak sawah tersebut sudah baku dan sesuai dengan kesepakatan-kesepakatan.
Memang ada pergeserah terhadap anggaran Negara.
Awalnya normal, tapi dalam proses perjalanannya ada pengurangan.
"Tapi itu merupakan kebijakan pemerintah, rekan yang bermitra harus bisa memakluminya. Pengurangan ini merupakan tanggung jawab bersama. Tapi kita pahami secara rasional, negara pun bukannya mau lepas tangan," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/vinsensius_20160927_170040.jpg)