Mengonsumsi Makanan Ringan Berlebihan Bisa Sebabkan Ini
Makanan ringan (jajanan/snack) yang tidak baik bagi anak-anak adalah yang berlemak tinggi dan bergula tinggi.
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Listya Sekar Siwi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Makanan ringan apakah yang tidak baik untuk anak-anak?
(Wati, Sintang)
Berlemak dan Gula Tinggi
Terim kasih atas pertanyannya. Makanan ringan (jajanan/snack) yang tidak baik bagi anak-anak adalah yang berlemak tinggi dan bergula tinggi.
Makanan ringan (jajanan/snack) seperti itu mempunyai kontribusi terhadap perlemakan hati dan obesitas abdominal (obesitas sentral) pada anak-anak.
Obesitas pada anak dapat berdampak meningkatnya resiko berbagai gangguan kesehatan, seperti kencing manis (DM tipe 2), hipertensi, penyakit jantung, gangguan pernafasan, gangguan kejiwaan, dan sebagainya.
Perlemakan hati juga mempunyai resiko gangguan kesehatan yang dapat lebih buruk lagi, seperti sirosis hati dan kanker hati.
Para peneliti menemukan bahwa mengemil makanan ringan yang berlemak tinggi dan bergula tinggi terkait dengan lemak perut dan lemak hati (steatosis hati).
Menurut penelitian yang diterbitkan di dalam Jurnal Hepatologi, sebuah jurnal dari Asosiasi Amerika untuk Studi Penyakit Hati, diet hypercaloric (kalori tinggi), sering makan (ngemil) snack/jajanan yang berlemak tinggi atau bergula tinggi akan meningkatkan konten trigliserida intrahepatik ( IHTG ) atau lemak hati dan lemak di sekitar pinggang.
Kesimpulannya bahwa makan dalam porsi kecil tetapi sering (ngemil) akan lebih memberikan kontribusi pada perlemakan hati dan pertambahan bobot badan dibandingkan dengan jika mengkonsumsi makanan dalam porsi besar.
Makanan yang manis atau berminyak/berlemak (gorengan) memang "kaya kalori" tetapi "miskin zat gizi", Makanan selingan atau jajanan yang mangandung gula juga akan mengurangi nafsu makan
Sumber: Ahli Gizi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/makanan-ringan_20161022_192131.jpg)