Mempercepat Proses Pemerataan Pembangunan

Kawasan industri harus di topang semua lini. Misalnya industri alumina, harus integrited bagaimana aspek...

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Mirna Tribun

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dr Rosyadi HMY SE MSI, Pengamat Ekonomi Universitas Tanjungpura menguraikan political will pemerintah pusat membangun pusat kawasan industri 7 di Indonesia Bagian Timur dan 7 Indonesia Bagian Barat yang dua diantaranya di Kalbar merupakan sebuah kebijakan yang sangat baik. Karena mempercepat proses pemerataan pembangunan, hanya saja yang perlu di jaga adalah konsistensi dari kebijakan dalam jangka panjang.

Membangun sebuah kawasan industri tidak mungkin untuk 5-10 tahun.

Kawasan industri harus di topang semua lini. Misalnya industri alumina, harus integrited bagaimana aspek penyediaan bahan baku, bagaimana aspek penyediaan elektrikal, bagaimana yang lainnya seperti air.

Selain itu harus saling mendukung sehingga bisa menjadi sebuah kawasan yang menarik dikembangkan sebuah industri.

Demikian juga kawasan industri di Mandor dan Ketapang, kita tidak ingin sekali ditetapkan lalu mati.

Political will pemerintah pusat dalam membangun harus didukung penuh stakeholder.

Dua kawasan industri ini dengan segala kelemahannya harus didukung karena akan dikembangkan dengan dana Rp 1,912 triliun untuk di Mandor saja.

Untuk Ketapang saya kitra akn bergerak lebih cepat karena sudah ada WHW dan beberapa industri tambang yang sudang memulai.

Kawasan Mandor ini yang harus di pacu lebih cepat, ini adalah sebuah kebijakan yang cepat untuk percepatan pembangunan. Potensi untuk di Ketapang, khusus pengembangan bauksit akan bergerak lebih cepat.

Kalbar sendiri memiliki cadangan bauksit yang sangat besar, menurut catatan kita mempunyai cadangan bauksit nomor tiga terbesar di dunia setelah Afrika Selatan.

Pengembangan kawasan industri berbasis bauksit harus dimanfaatkan sebagai momen percepatan pembangunan Kalbar sebab industri yang basisnya di Ketapang dikembangkan dengan berorientasi pada bahan baku atau raw material oriented bukan market oriented.

Kenapa? karena pengembangan bauksit dilakukan di tempat asal dimana bahan baku didapat sehingga bisa memperoleh keuntungan lebih besar.

Oleh karena itu seluruh jajaran pemerintah Kalbar harus mendukung kebijakan dengan berbagai langkah kebijakan. Kita mengharapkan dengan adanya kawasan ini seyogyanya bisa mengurasi atau membatasi bauksit untuk dibawa ke lua atau di ekspor dalam bentuk mentah.

Kita bisa melihat dampak positif PT ICA dan PT WHW dengan semua kekurangan dan kelebihannya yang menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved